Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Dampak Kekeringan, Puskesmas di Kabupaten Tasik Kekurangan Air

Rabu 18 Sep 2019 12:19 WIB

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

 Kekeringan yang terjadi lebih dari enam bulan melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Tidak hanya mengeringkan sumber air dirumah-rumah warga.

Kekeringan yang terjadi lebih dari enam bulan melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Tidak hanya mengeringkan sumber air dirumah-rumah warga.

Kekeringan yang terjadi lebih dari enam bulan melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM--Kekeringan yang terjadi lebih dari enam bulan melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Tidak hanya mengeringkan sumber air dirumah-rumah warga, namun menyusutnya sumber air juga terjadi di pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Salah satunya di Puskesmas Kecamatan Tanjungjaya.

Sumur dengan kedalaman lebih dari 25 Meter tidak menghasilkan air dalam tiga bulan terakhir. Meskipun tidak menggangu pelayanan secara keseluruhan, namun bagi pasien yang ingin buang air sedikit kesulitan.

"Memang tidak terlalu signifikan mengganggu pelayanan tapi ada sedikit terganggu terutama untuk pasian yang kebetulan buang air kecil dan buang air besar," kata salah satu petugas Puskesmas Akim Nurefendy, Selasa (17/9/2019).

Memenuhi kebutuhan air, pihak Puskesmas terpaksa meminta bantuan masyarakat untuk mengambil air dari sumber air yang tersisa di sungai Ciwulan dengan jarak lebih dari 500 meter. Untuk 25 liter air, puskesmas memberikan upah sebesar Rp. 10.000.

"Dalam sehari kita butuh lebih dari 150 liter," papar Akim.

Sementara untuk keluhan dari masyarakat akibat dari kekeringan, Akim mengatakan kebanyakan masyarakat mengeluhkan gatal gatal, ispa, dan diare. 

"Dampaknya sudah ada, contohnya ada pasien mengeluh gatal dan diare. Karena mungkin memaksakan menggunakan air yang tidak bersih akibat kemarau," pungkas Akim.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA