Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Istana Tanggapi Penetapan Tersangka Menpora

Rabu 18 Sep 2019 19:06 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Hafil

Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin,  memberikan tanggapan terkait statment Amien Rais, Selasa (10/7).

Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, memberikan tanggapan terkait statment Amien Rais, Selasa (10/7).

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Istana menyebut Jokowi tak intervensi KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi ( kpk ) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga imam nahrawi sebagai tersangka kasus suap terkait penyaluran bantuan kepada KONI tahun anggaran 2018.

Baca Juga

Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menilai penetapan Imam Nahrawi ini sebagai bukti Presiden tak mengintervensi kerja yang dilakukan oleh KPK dalam memberantas kasus-kasus korupsi.

"Ini sebagai bukti bahwa pemerintah atau Bapak Presiden tidak mengintervensi kerja-kerja yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi," kata Ngabalin saat dikonfirmasi, Rabu (18/9).

Ia menegaskan, tak ada satu pihak pun yang dapat mengintervensi tugas KPK dalam memberantas kasus korupsi. Sehingga publik memberikan kepercayaan penuh kepada lembaga antirasuah itu. 

Dengan ditetapkannya Imam Nahrawi sebagai tersangka, lanjut Ngabalin, maka secara otomatis ia tak lagi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. 

"Iya secara otomatis, diminta tidak diminta secara otomatis itu," ujarnya. 

Terkait pengganti Imam Nahrawi nantinya, Ngabalin menyebut hal itu sebagai hak prerogatif dan kewenangan Presiden. 

"Kalau itu tentu menjadi hak prerogatif presiden seperti apa nanti tentu Bapak Presiden yang memiliki kewenangan terkait dengan penetapan tersangka Pak Imam Nahrawi," jelas Ngabalin.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka bersama asisten pribadinya Miftahul Ulum. KPK sendiri telah menahan Ulum pada pekan lalu. 

Menurut Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, penetapan tersangka Imam adalah pengembangan perkara yang telah menjerat Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy, Deputi IV Ke menpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA