Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Cara Alami Basmi Hama Siput Murbai Bagi Petani

Kamis 19 Sep 2019 01:10 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Yudha Manggala P Putra

Siput (ilustrasi)

Siput (ilustrasi)

Foto: Wikipedia
Hama siput murbai kerap merusak padi dan bisa dibasmi dengan cara nonkimia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) memaparkan cara aman dan alami untuk membasmi hama siput murbai yang kerap merusak tanaman padi. Hama siput perlu disikapi petani sebab satu ekor siput mampu menghabiskan satu rumpun padi berumur 15 hingga 30 hari dalam semalam.

Koordinator Fungsional Petugas Balai Besar Peramalam Organisme Penganggu Tanaman (OPT), Wayan, mengatakan, hama siput dapat dihilangkan dengan pengendalian nonkimia. Yakni dengan menggunakan pestisida nabati yang memanfaatkan bahan dari tumbuhan.

Wayan menjelaskan, siput murbai atau yang bernama latin Pomacea canaliculata Lamarck, merupakan hama yang sangat rakus dalam menyerang tanaman padi pada fase vegetatif. "Ini dapat menganggu organisme non-target, termasuk manusia," kata Wayan seperti dikuti Siaran Pers Kementan, Rabu (18/9).

Koordinator Laboratorium Pestisida Nabati, Balai Besar Peramalan OPT, Anton, menjelaskan, beberapa jenis pestisida nabati dapat digunakan sebagai moluscisida yang sejauh ini sering digunakan untuk membasmi hama. Moluscisida berharga mahal sehingga petani membutuhkan alternatif dengan harga yang lebih terjangkau.

"Kita ambil pengujian empat jenis tumbuhan. Ada sembung, tuba, gadung, dan mimba. Dan ternyata hasilnya semuanya memiliki suatu senyawa yang punya pengaruh pada jenis molusca," katanya.

Ia menekankan, dari hasil pengujian di laboratorium, semua ekstrak pestisida nabati baik akar tuba, daun mimba, daun sembung, maupun umbi gadung dapat menyebabkan kematian terhadap siput murbei. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak pestisida nabati semakin tinggi angka kematian siput murbei ini.

"Coba buat konsentrasi 5 cc saja sudah bisa menyebabkan kematian siput murbei sebanyak 50 persen dari populasi yang ada selama 24 jam," katanya.

Anton menjelaskan insektisida nabati memiliki enam kelebihan dibandingkan kimia. Pertama, mudah terurai sehingga tidak mencemari lingkungan dan tidak meninggalkan residu pada hasil panen. Kedua, cukup aman terhadap organisme non-target termasuk musuh alami.

"Kelebihan ketiga dapat dipadukan dengan komponen PHT lainnya termasuk pengendalian secara hayati menggunakan parasitoid, predator dan patogen," sebutnya.

Keempat, kata dia, tidak cepat menimbulkan kekebalan pada hama bila digunakan dalam bentuk ekstrak kasar. Kelima, komponen-komponen ekstrak bisa bersifat sinergis artinya bisa dicampurkan dengan bahan-bahan pestisida nabati lainnya.

Keenam, beberapa jenis insektisida nabati dapat disiapkan secara sederhana dengan menggunakan peralatan yang dimiliki petani.

Pada kesempatan yang sama, Petugas POPT Balai Besar Peramalan OPT, mengatakan, cara lain selain menggunakan pestisida nabati yang dengan menggunakan daun pepaya. Ia menjelaskan, daun pepaya digunakan untuk mengumpulkan hama siput. "Tekniknya dengan dibuat kubangan yang atasnya ditutup dengan daun pepaya. Kemudian siput itu nanti akan tertarik dan berdatangan. Ketika terkumpul kita jadi mudah mengambilnya," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA