Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

44 Warga Majaengka Mengalami Keracunan Makanan

Rabu 18 Sep 2019 23:28 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah

Korban keracunan makanan (ilustrasi)

Korban keracunan makanan (ilustrasi)

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Dari 44 warga yang mengalami gejala keracunan itu, sebanyak 22 orang masih dirawat

REPUBLIKA.CO.ID,  MAJALENGKA -- Sedikitnya 44 warga Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (18/9). Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus tersebut.
 
Kapolsek Rajagaluh, AKP Jaja Gardaja, menjelaskan, peristiwa itu bermula saat warga di desa tersebut menyantap makanan berupa nasi uduk, nasi kuning, soto dan gorengan. Makanan tersebut  dijual oleh para penjaja makanan secara keliling.
 
Sedangkan makanan yang dijajakan para penjaja keliling itu merupakan titipan dari seorang warga, Mul (35), asal Desa Rajagaluh Kidul. Usaha tersebut sudah berjalan selama bertahun - tahun. "Warga yang mengkonsumsi makanan itu mengalami gejala berupa pusing, mual dan muntah," kata Jaja.
 
Warga yang mengalami gejala itu langsung dilarikan ke Puskesmas Rajagaluh. Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh dekter puskesmas, warga mengalami keracunan makanan. Untuk memastikan lebih lanjut, pihak Puskesmas Rajagaluh sudah mengirimkan sempel/contoh makanan dan muntah dari salah satu pasien ke labolatorium Kabupaten Majalengka. "Hasilnya menunggu selama 14 hari," terang Jaja.
 
Warga yang mengalami keracunan itupun terus bertambah dari waktu ke waktu. Pada pukul 09.00 WIB, jumlah warga yang mengalami keracunan baru mencapai 29 orang. Selanjutnya, pada pukul 17.00 WIB, tercatat ada 40 warga yang mengalami kondisi serupa dan kembali bertambah menjadi 44 orang pada pukul 18.00 WIB.
 
Dari 44 warga yang mengalami gejala keracunan itu, sebanyak 22 orang masih dirawat di Puskesmas Rajagaluh. Sedangkan sisanya yang mencapai 22 orang, sudah diperbolehkan pulang ke rumah untuk selanjutnya menjalani rawat jalan.
 
Kasus tersebut hingga kini masih ditangani Polsek Rajagaluh. Sejumlah saksi telah dimintai keterangannya. Namun, belum ada satupun yang diamankan. "Masih proses penyelidikan," tandas Jaja.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA