Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Warga Cilincing Mulai Terbebas dari Asap Pabrik Arang

Kamis 19 Sep 2019 05:21 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Reiny Dwinanda

Pekerja membakar batok kelapa di dalam tong untuk dijadikan arang.

Pekerja membakar batok kelapa di dalam tong untuk dijadikan arang.

Foto: Adeng Bustomi/Antara
Kegiatan pabrik arang rumahan tak lagi beroperasi 24 jam di Cilincing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Para pelajar SDN Cilincing 07 Pagi, Jakarta Utara, dan warga di sekitarnya kini mulai bisa menghirup udara yang lebih segar. Mereka selama ini terpapar asap polusi dari pabrik arang rumahan dan peleburan alumunium.

Kepala SDN Cilincing 07 Pagi, Juhaedin mengatakan, hal ini terjadi setelah adanya penurunan kegiatan pembakaran di industri rumahan yang berjarak sekitar 150 meter dari sekolah. Juhaedin mengungkapkan, sebelumnya kegiatan pembakaran tersebut dilakukan selama 24 jam.

“Alhamdullilah sudah mulai menurun (kegiatan pembakaran arang dan peleburan alumunium). Sebelumnya, pagi hari udara mengalir menuju utara itu sangat bau sekali,” kata Juhaedin saat ditemui di SDN Cilincing 07, Rabu (18/9).

Bahkan, menurut Juhaedin, para guru dan siswa di sekolah tersebut terpaksa harus melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan menggunakan masker. Sebab, asap dan bau yang menyelimuti gedung sekolah membuat para guru dan siswa mengalami batuk-batuk serta mata perih.

Juhaedin menjelaskan, salah satu guru di sekolah itu, berinisial S sampai menderita pneumonia karena diduga terkena paparan asap polusi pembakaran arang dan peleburan alumunium. Ia menjelaskan, hal itu diketahui dari diagnosis dokter terhadap S pada Maret 2019.

“Beliau (S) tinggal di Kampung Sawah, mengajar di sini dari 2002. Setiap hari, pagi dan petang melewati lokasi pembakaran arang dan peleburan alumunium. Sampai hari ini masih masuk-keluar rumah sakit,” ungkap Juhaedin.

Meski aktivitas pembakaran arang dan peleburan alumunium telah berkurang, pihak sekolah tetap melakukan antisipasi terhadap paparan polutan tersebut. Saat ini, pihak sekolah bekerja sama dengan SMKN 4 Rorotan, Jakarta Utara dan juga dibantu oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Cilincing, Jakarta Utara untuk memasang filter udara di tujuh ruang kelas.

Hal ini menjadi salah satu upaya untuk membuat kelas menjadi steril dari polusi. “Artinya, membuat kelas bersih dari asap,” ujar dia.

Nantinya, di dalam kelas akan terdapat dua unit exhaust fan, dua unit kipas uap, dan satu akuarium besar. Ia menjelaskan, filter yang dipasang, yakni berupa kain flanel atau kasa untuk menutup setiap ventiasi udara di setiap ruang kelas. Kemudian dua unit exhaust fan juga dipasang untuk membuang asap polutan.

Dua unit kipas uap berfungsi untuk menjaga kesegaran udara di dalam kelas. “Satu akuarium manfaatnya adalah sebagai filter kelembaban udara yang ada di dalam ruangan ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA