Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Lahan di Sekitar Pemakaman Santiong Terbakar

Jumat 20 Sep 2019 02:00 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Foto: Foto : MgRol112
Kebakaran disebabkan karena puntung rokok dibuang sembarangan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Kejadian kebakaran kembali terjadi di Kota Sukabumi. Kali ini kebakaran melanda lahan di sekitar pemakaman Cikundul/Santiong yang berada antara wilayah Cikundul dan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Kamis (19/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyebutkan, dari hasil pengolahan lapangan dan keterangan warga kebakaran tersebut diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.

‘’ Kobaran api diketahui mulai muncul dari bawah atau jalan lingkungan Saluyu Situ Mekar, kemudian merambat ke atas makam Cikundul,’’ kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapiagaan, BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami kepada wartawan, Kamis.

Menurut dia, karena dorongan tiupan angin yang membesar sehingga muncullah tiga spot atau titik api  tersebar. Akibatnya luas lahan yang terbakar cukup luas yakni 800 meter dari total luas lahan pemakaman 10 hektare. 

Zulkarnain menerangkan, kebanyakan yang terbakar pohon pohon kecil, ranting pohon serta ilalang yang sudah mengering. Ia mengataka petugas cukup mengalami kesulitan saat pemadaman.

Sebabnya kata Zulkarnain, posisi kebakaran berada di atas tanjakan yang memerlukan selang yang lebih panjang dari biasanya untuk menjangkau titik api. Namun demikian api sudah berhasil dipadamkan 30 menit kemudian.

‘’ Tidak ada korban jiwa yang terpapar Dalam peristiwa ini,’’ cetus Zulkarnain. Akan tetapi kebakaran ini mengejutkan warga sekitar.  Semntaran  kerugian ekonomi dan lingkungan  belum dapat dipastikan besarannya.

BPBD lanjut Zulkarnain, menurunkan sebanyak tiga armada pemadam kebakaran (Damkar) dan personilnya ditambah mobil rescue. Di lapangan  tim dibantu suplai air dari mobil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan  personil Satpol PP serta Polsek dalam upaya pemadaman.

Hasil pemantauan kondisi kawasan terbakar  terlihat wilayah  ini harus nya ada kantong kantong air sebagai bentuk kontjensi terhadap bahaya  kebakaran terlebih di musim kemarau ini.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA