Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Palangka Raya Siap Evakuasi Masyarakat dari Bahaya Karhutla

Jumat 20 Sep 2019 01:41 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Nabila memakai masker untuk menghalau kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (19/9).

Nabila memakai masker untuk menghalau kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (19/9).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Semangat tanpa batas.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan kesiapannya melakukan evakuasi masyarakat dari bahaya karhutla seperti kepungan api dan asap. "Termasuk upaya evakuasi masyarakat yang menjadi korban jika memang diperlukan," kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Palangka Raya, Kamis (19/9).

Ia menjelaskan, jika nanti ada evakuasi masyarakat maka pihaknya pun siap memenuhi kebutuhan dasar korban bencana seperti makanan dan kebutuhan pribadi. Apalagi saat ini, Kalteng telah ditetapkan status tanggap darurat bencana karhutla hingga 30 September 2019 mendatang.

Baca Juga

Kalau pun mendesak, dirinya sudah berbicara dengan Sekretaris Daerah Kalteng agar menempatkan korban di fasilitas yang memadai. Misalnya di bangunan milik pemerintah seperti asrama haji.

"Namun itu jika memang kondisinya sudah memang mengharuskan demikian. Makanya kami perlu koordinasi secara intensif bersama dengan TNI, Polri dan pihak terkait lainnya," tegas Komandan Penanganan Darurat Bencana Kalteng tersebut.

Lebih lanjut Sugianto memaparkan, pihaknya telah menginstruksikan kepada bupati maupun wali kota se-Kalteng yang terdampak bencana agar melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan.

Adapun daerah yang terdampak paling besar saat ini, yakni Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat dan Pulang Pisau serta Kota Palangka Raya. Semuanya telah merealisasikan untuk membangun rumah singgah atau ruang oksigen, baik untuk dewasa maupun balita.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul menjelaskan, ditetapkannya status tanggap darurat bencana maka prosedur pelayanan kesehatan, terutama pembiayaan berubah.

Biaya pengobatan, khususnya terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun penyakit lainnya akibat asap ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Pihaknya pun akan mengatur sistem tanggungan biayanya antara pemprov dan pemkab maupun pemkot.

"Saat ini tercatat ada lebih dari 100 rumah atau ruang oksigen yang tersedia di Kalteng, tersebar di rumah sakit, puskesmas dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang bisa dimanfaatkan masyarakat," ungkapnya.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA