Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

KLHK Desak Perusahaan Siapkan Brigade Pengendalian Karhutla

Jumat 20 Sep 2019 02:59 WIB

Red: Ratna Puspita

Foto udara kabut asap kiriman karhutla Sumatera menyelimuti wilayah Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (19/9/2019).

Foto udara kabut asap kiriman karhutla Sumatera menyelimuti wilayah Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (19/9/2019).

Foto: Antara/Rahmad
Brigade guna mencegah terjadinya kebakaran yang merugikan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendesak lebih dari 500 perusahaan pemegang izin konsesi di areal hutan untuk menyiapkan brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Brigdalkarhutla). Brigadir ini guna mencegah terjadinya kebakaran yang merugikan masyarakat.

Baca Juga

"Semuanya, pemerintah pusat, daerah stakeholders. Stakeholder-stakeholder ini kita panggil supaya lebih perkuat lagi upaya pencegahannya. Supaya mereka lebih serius," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles Brotestes Panjaitan usai mengisi Sosialisasi Pengendalian Kebakaran Hutam dan Lahan di KLHK Jakarta, Kamis (19/9).

Ia mengatakan pemegang perusahaan pemegang izin konsesi wajib memiliki SDM Brigdalkarhutla yang terlatih dan bersertifikat. Perusahaan juga wajib melakukan patroli rutin di area usaha mereka.

Kemudian, mereka juga perlu menggunakan dana CSR untuk membentuk masyarakat peduli api (MPA). Perusahaan juga wajib memiliki sarana prasarana dalkarhutla, termasuk peralatan deteksi dini yang real time.

Raffles juga mewajibkan perusahaan untuk memiliki CCTV thermal sehingga bisa mendeteksi kemungkinan adanya titik api. Perusahaan juga perlu melakukan pencegahan, pemadaman dan penanganan pascakebakaran jika terjadi kebakaran.

Selain itu, mereka juga perlu melakukan pemantauan hotspot dan juga melakukan pemadaman awal, mengoordinasikan dan memobilisasi upaya pemadaman, serta melakukan pemadaman lanjutan hingga api benar-benar dapat dipadamkan. "Pokoknya kita perlu terus melakukan upaya-upaya pencegahan maupun pemadaman," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA