Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Zulkieflimansyah Ingin NTB Konsisten Soal Prestasi

Sabtu 21 Sep 2019 01:49 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer (kedua kiri) beserta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kanan) dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kedua kanan) meninjau persiapan lokasi MotoGP Mandalika 2021 di the Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (17/5/2019).

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer (kedua kiri) beserta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kanan) dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kedua kanan) meninjau persiapan lokasi MotoGP Mandalika 2021 di the Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (17/5/2019).

Selain pembangunan infrastruktur, Zul juga fokus ke pengembangan manusia di NTB.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah memohon dukungan kepada sejumlah pihak agar duet kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) menuju mimpi NTB Gemilang tetap terjaga.

Menurut dia pembangunan infrastruktur, transportasi, kesehatan, pendidikan, pariwisata hingga penyaluran bantuan sosial yang selama ini dillakukan bisa terus terjaga. Menurut Zulkieflimansyah, satu tahun pemerintahannya ini masih belum sempurna.

"Setahun kepemimpinan saya suasana kerjanya sangat kondusif, baik secara internal maupun eksternal. Meskipun memiliki kinerja yang positif tapi bukan berarti bisa santai, saya berkomitmen akan untuk terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat," ujar Zulkieflimansyah seusai melakukan pertemuan dengan sejumlah stakeholder di Mataram, Jumat (20/9).

Zulkieflimansyah mengatakan, saat ini bidang pendidikan menjadi sektor yang tak kalah penting dari pembangunan infrastruktur. Menurut dia, pengembangan manusia juga menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. "Desember 2018 lalu, saya meresmikan kerjasama dengan Kujawsko – Pomorskie, Polandia untuk sektor pendidikan dan investasi. Program tersebut pasti dirasakan banyak orang karena menyangkut konektivitas kehidupan masyarakat," tutur Zulkieflimansyah.

Hal lain yang ia soroti adalah terkait pemulihan kemiskinan pasca bencana gempa yang menimpa NTB. "Alhamdulillah berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 adalah 14,56%. Angka tersebut menurun 0,07% dibandingkan September 2018 atau sebelum bencana gempa bumi dan tsunami," ujar Zulkieflimansyah.

NTB termasuk rajin dalam mendapatkan penghargaan. Pada bulan Juli lalu, Zulkieflimansyah menerima Indonesia Attractiveness Award katagori Gold Pelayanan Publik. Program unggulannya adalah NTB Care, Revitalisasi Posyandu, Program NTB tanpa sampah (NTB Zero Waste) dan Balance Score Card (BSC). Balance Score Card adalah metode pengukuran hasil kerja yang biasanya digunakan oleh perusahaan multinasional.

Selain itu pada 29 Juli lalu, Wagub NTB, Sitti Rohmi Djalilah pun menerima penghargaan TOP Eksekutif Muslimah 2019 dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sebulan berikutnya Zulkieflimansyah mampu meresmikan masuknya investor asing.

Awal Agustus lalu ia dan Bupati Lombok Utara resmi menjalin kerjasama dengan PT. Diamar Mitra Kayangan dan Sungdong Group dari Korea Selatan dalam pembangunan Global Hub Bandar Kayangan yang nantinya akan menjadi galangan kapal terbesar di dunia. Ini didukung dengan kawasan bisnis lain yang saling terintegrasi.

"Kita sudah memberangkatkan 300 peserta untuk mengikuti pelatihan di Korea Selatan selama beberapa tahun lalu kembali ke NTB untuk mengelola proyek ini. Rencananya proyek ini akan menyerap hingga 140 ribu tenaga kerja," ujar sosok yang akrab dipanggil Zul ini.

Untuk bulan ini, tercatat ada lima hasil kekompakan kinerja Pemprov NTB, yakni peresmian bantuan enam sekolah di Lombok Utara hasil kerjasama dengan Media Group. Kedua, kerjasama dengan Investor Malaysia yang berencana membangun pabrik pakan seluas 20 ribu hectare di Pulau Sumbawa.

Ketiga, mengirim 270 pelajar SMA/SMK dan MA se-NTB mengikuti Creatormuda Academy hasil kerjasama Maarif Institute dan Google. Keempat, peresemian sistem irigasi tetes (drip irrigation) yang merupakan industrialisasi di bidang pertanian menggunakan artificial intelligent.

Kelima, groundbreaking menandai dimulainya pembangunan Bendungan Meninting. “Saya dan bu Sitti Rohmi Djalilah berjanji untuk selalu menjadi lebih baik. Setiap hari meningkatkan kinerja demi tercapainya NTB Gemilang," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA