Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Sespimti Polri Harus Pandai Baca Situasi Ancaman Indonesia

Sabtu 21 Sep 2019 02:06 WIB

Red: Bayu Hermawan

Bedah buku

Bedah buku "Menerawang Indonesia" karya Prof Dorodjatun Kuntjoro Jakti

Prof Dorodjatun mengatakan Polri harus pandai baca situasi ancaman terhadap Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Menteri Perekonomian Prof Dorodjatun Kuntjoro Jakti berpesan agar para siswa Sespimti Polri mampu membaca situasi keamanan Indonesia dan potensi ancamannya. Menurutnya, Polri harus tegas terhadap potensi ancaman yang menganggu situasi keamanan.

Hal itu dikatakannya saat Sespimti Lemdiklat Polri Dikreg ke-28 Tahun 2019 menggelar acara bedah buku "Menerawang Indonesia" karya ProfDorodjatun Kuntjoro Jakti di Gedung PTIK, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan agar peserta Sespimti Polri Dikreg ke-28 memahami strategi keamanan Indonesia.

"Saya sangat berterima kasih ke Sespimti Polri. Dulu buku ini atas pesanan dari sekelompok pemuda-pemudi yang merasa bahwa mereka memerlukan semacam penerawangan ke depan," kata Prof Dorodjatun.

Menurutnya, Indonesia sangat terbuka untuk diserang oleh negara-negara asing karena lokasi geografis Indonesia sudah banyak diketahui oleh dunia dan lalu lintas wilayahnya pada tahun mendatang juga akan semakin sibuk.

Ia mengatakan jumlah penduduk dunia saat ini menuju tujuh miliar, namun angka tersebut akan terus bertambah. Bahkan, diperkirakan tahun 2045, penduduk dunia bisa mencapai sembilan miliar orang. "Saya lihat terbuka sekali ya Indonesia untuk dilewati lalu lintasnya, baik darat maupun laut, yang semakin lama tambah sibuk. Maka, lalu lintas yang lewat Indonesia itu menyebabkan betul-betul kita akan kewalahan mengatur," ujarnya.

Untuk itu, Dorodjatun mengatakan Indonesia harus bisa berperan aktif di konferensi tingkat ASEAN atau dunia. Lewat konferensi itu, kata dia, proses diplomatik akan menjadi kekuatan agar Indonesia bisa menghindari serangan asing.

"Kita harus mengutamakan diplomasi tak henti-hentinya dan pandai membaca situasi. Kalau terjadi gejala yang menuju pada konflik menggunakan perairan atau wilayah udara kita, maka kita harus betul-betul tegas, kita tidak akan berpihak kepada siapa pun kecuali untuk tujuan damai," kata dia.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA