Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Atasi Limbah Fashion, Andien bersama Setali Buka Garage Sale

Sabtu 21 Sep 2019 17:50 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolanda

Setali menggelar garage sale di Taman Kenari, Kebayoran, Sabtu (21/9).

Setali menggelar garage sale di Taman Kenari, Kebayoran, Sabtu (21/9).

Foto: Republika/Fergi Nadira
Garage Sale menawarkan pakaian-pakaian bekas yang masih layak pakai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Artis Andien Aisyah mengajak masyarakat membeli barang-barang preloved sambil berdonasi di acara barang lama bersemi kembali (BLBK). BLBK menggelar garage sale yang berasal dari barang-barang preloved para public figure Indonesia.

Baca Juga

Bernaung di Setali, Andien sebagai pemrakarsa dan timnya membuat acara ini karena kepeduliannya terhadap lingkungan. Acara kali ini juga diperuntukkan bagi teman-teman yang terkena bencana asap di Kalimantan dan Sumatra. Keuntungan penjualan di BLBK nantinya akan didonasikan untuk membantu mereka yang terkena bencana asap. Setali bekerja sama dengan Hara untuk Indonesia yang kemudian didonasikan kepada Indoneia Relief Box.

"Harapanya Setali ini bisa memberikan sumbangsih yang besar buat bumi ini, nyata untuk Indonesia, sebab aku ingin mengatasi permasalahan limbah fashion ini," ujar Andien di Jakarta, Sabtu (21/9).

Andien menjelaskan, industri fashion adalah salah satu Industri yang terus berkembang hingga saat ini. Namun perkembangan industri ini ternyata membawa dampak buruk pada lingkungan, sebab menghasilkan 20 persen limbah air dan 10 persen emisi karbon di dunia.

Kehadiran tren fast fashion atau jenis pakaian murah yang diproduksi cepat untuk mengikuti gaya pakaian terbaru, pada akhirnya, meningkatkan budaya konsumerisme di masyarakat sehingga banyak pakaian yang hanya digunakan 1-2 kali saja sehingga mengakibatkan penumpukan pakaian di rumah mereka.

"Penumpukan yang terjadi bisa membuat baju cepat rusak, namun tidak cepat terurai, yang akhirnya menjadi sampah dan berdampak negatif untuk lingkungan," kata Andien.

Untuk itu, Andien juga menggerakan gerakan sustainable fashion dengan cara decluttering yang berarti kegiatan memilah, membereskan, dan mengurangi barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi.

Co founder Setali Intan Anggita meyakini bahwa barang-barang yang diilai sudah tak diperlukan lagi belum tentu sepenuhnya sudah kehilangan nilai gunanya. Oleh karena itu, Setali hadir untuk membantu memperpanjang usia barang tersebut.

"Jadi kami menerima barang-barang yang masih layak pakai dan layak untuk dijual kembali (thrifting). Kami yakin bahwa barang preloved tersebut dapat menjadi hal yang berguna bagi pihak lain yang membutuhkan," ujarnya.

BLBK diadakan sebagai wadah rutin yang bertujuan sebagai ajang sosialisasi masyarakat yang gemar menggunakan barang preloved. Selain itu, Setali mengadakan BLBK guna memperkenalkan gaya hidup decluttering serta sustainable fashion pada mereka yang belum mengetahuinya.

"Acara ini dikemas dengan suasana yang homy di mana para pengunjung dapat hadir mengajak keluarganya untuk berbelanja ataupun sekedar berbagi cerita tentang kegiatan decluttering yang sudah mereka lakukan," ujar Intan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA