Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Polres Ogan Komering Ulu Timur Gelar Shalat Istisqa

Sabtu 21 Sep 2019 21:56 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah pelajar melaksanakan shalat Istisqa di SMP Nurul Falah, Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9).

Sejumlah pelajar melaksanakan shalat Istisqa di SMP Nurul Falah, Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Wilayah ini dilanda kemarau yang sudah cukup lama.

REPUBLIKA.CO.ID, MARTAPURA -- Jajaran Polres Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah setempat dan masyarakat di wilayah itu menggelar Shalat Istisqa guna meminta turun hujan. Mengingat wilayah setempat dilanda kemarau panjang.

"Dalam shalat yang dipimpin oleh Imam KH Rusdi pengurus Pondok Pesantren Nurul Fatah ini kami khusuk berdoa meminta kepada Allah SWT agar turun hujan," kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, AKBP Erlin Tangjaya didampingi Kabag Sumda, Kompol Sukarman di Martapura, Sabtu (21/9).

Baca Juga

Dia mengemukakan, dalam kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 orang dari jajaran kepolisian setempat dan sejumlah pejabat di Pemkab OKU Timur serta masyarakat di wilayah itu. Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT agar wilayah setempat diturunkan hujan mengingat dampak musim kemarau panjang tahun ini sudah sangat dirasakan oleh masyarakat di wilayah itu. "Seperti sejumlah daerah mengalami krisis air bersih dampak musim kemarau panjang tahun ini," katanya.

Selain itu, kata dia, doa juga dipanjatkan kepada Sang Pencipta alam semesta ini agar turun hujan guna meminimalisir titik api di sejumlah daerah di Sumatra Selatan akibat Karhutla. "Sehingga masyarakat khususnya di Sumatra Selatan ini dapat kembali menghirup udara segar jika turun hujan," harapnya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten OKU Timur agar tidak melakukan pembakaran hutan guna membuka lahan pertanian untuk mencegah terjadinya Karhutla. "Cukup di daerah lain saja yang sudah terjadi Karhutla, jangan kita tambah lagi titik api dengan membakar lahan karena akan berdampak negatif bagi masyarakat kita sendiri," tegasnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA