Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

KPU Resmi Mulai Tahapan Pilkada 2020

Senin 23 Sep 2019 13:56 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Esthi Maharani

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman

Foto: Republika/Mimi Kartika
KPU menetapkan pelaksanaan pemungutan suara Pilkada 2020 digelar pada 23 September

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU), resmi memulai tahapan Pilkada 2020 pada Senin (23/9). KPU menetapkan pelaksanaan pemungutan suara Pilkada 2020 digelar pada 23 September tahun depan. Pada Senin KPU pusat dan daerah menggelar konsolidasi nasional (Konsolnas) 2019. Konsolnas ini menandai satu tahun menjelang pelaksanaan pilkada.

Ketua KPU Arief Budiman menyebut, Pilkada 2020 bakal digelar di 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Sehingga, Konsolidasi diperlukan sebagai persiapan awal menggelar serangkaian tahapan.

"Ini bukan hal yang mudah karena 270 titk atau hampir separuh wilayah Indonesia akan melaksanakan Pilkada," kata Arief di JCC Senayan, Jakarta, Senin (23/9).

Konsolnas ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan, Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan, hingga sejumlah LSM. Arief meminta para stakeholder yang hadir untuk memberikan dukungan pada pelaksanaan Pilkada 2020 supaya berjalan dengan baik.

"Jadi kerja sama penyelenggara pemilu dan stakeholder yang memberikan dukungan dapat diteruskan agar Pilkada 2020 bisa lebih sukses," kata Arief.

Lebih lanjut, Arief menyebut bahwa pelaksanaan Pilkada 2020 harus berkaca dari Pemilu 2019. Pemilu 2019 yang meliputi Pilpres dan Pileg dinilai sudah berjalan baik, sehingga pelaksanaan Pilkada harus lebih baik lagi.

"Pemilu 2019 demokrasi kita sudah semakin terkonsolidasi, penyelenggarannya jauh lebih baik sehingga sengketa kurang dan peserta pemilu terhadap penylenggaraan pemilu makin baik sehingga kalau sudah diselesaikan di proses sebelumya dia tidak ajukan sengketa," tegas Arief. 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA