Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Kepala BPBD Riau Sempat Drop dan Sesak Napas Kena Asap

Senin 23 Sep 2019 17:40 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Teguh Firmansyah

Petugas Kebersihan mengenakan masker ketika menyapu jalan saat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9/2019).

Petugas Kebersihan mengenakan masker ketika menyapu jalan saat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9/2019).

Foto: Antara/Rony Muharrman
Edward mengaku harus istirahat dan diberikan tabung oksigen.

REPUBLIKA.CO.ID,PEKANBARU -- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edward Sanger mengaku sempat mengalami gangguan pernapasan setelah berhari-hari meninjau titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau.

Baca Juga

Edward mengaku sepulang dari peninjauan lokasi titik api di Kabupaten Pelalawan, pada Kamis (20/9) kemarin, ia sempat harus dibantu dengan oksigen dan dirawat di rumah karena mengalami sesak nafas.

"Sepulang dari Pelalawan, kondisi saya sempat drop. Saya harus dipasangkan oksigen," kata Edward di Media Center Satgas Karhutla di Kota Pekanbaru, Senin (23/9).

Edward mengaku tidak sampai dibawa ke rumah sakit karena memiliki anak yang berprofesi sebagai dokter. Selama kondisi mantan Pj Wali Kota Pekanbaru itu menurun, ia dirawat anaknya.

Edward pun tidak diperkenankan beraktivitas dalam beberapa hari. Tapi Edward tidak mau berlama-lama istirahat. Karena kondisi Riau yang masih diselimuti kabut asap membuat Edward tak dapat beristirahat dengan tenang.

Selain menjabat sebagai Kepala BPBD Riau, saat ini Edward juga didaulat sebagai Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadan Satagas) Karhutla Riau.

Gubernur Riau Syamsuar menetapkan status darurat pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah Provinsi Riau segera menyiapkan tempat evakuasi bagi warga yang terdampak kabut asap.

Masa status darurat, lanjutnya, berlaku mulai 23 September hingga 31 September. Apabila kondisi masih belum berubah maka status akan diperpanjang berlakunya. "Kita akan lihat perkembangan, semoga ada perubahan, hujan segera turun," kata Syamsuar yang juga menjabat Komandan Satuan Tugas Kahutla Riau itu.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA