Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

BMKG: Banjarnegara Berpotensi Hujan Ringan Selasa

Selasa 24 Sep 2019 00:45 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ruang pengawasan BMKG (ilustrasi)

Ruang pengawasan BMKG (ilustrasi)

Foto: Antara Foto
Banjarnegara salah satu wilayah yang sejumlah desanya mengalami kekeringan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berpotensi hujan ringan yang bersifat lokal pada Selasa (24/9) sore hingga malam hari.

"Ada potensi hujan pada Selasa sore hingga malam hari," kata Kepala Stasiun Geofisika (BMKG) Banjarnegara Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Senin.

Dia mengatakan, potensi tersebut terdapat di hampir seluruh kecamatan kecuali Kecamatan Bawang, Mandiraja, Purworejo Klampok, dan Susukan.

Dia menambahkan, turunnya hujan telah dinantikan oleh masyarakat Banjarnegara menyusul kejadian kekeringan yang terjadi di sejumlah desa di wilayah setempat.

"Menurut data dari BPBD Banjarnegara ada 29 desa dari 10 kecamatan di Banjarnegara yang terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih," katanya.

Dia menambahkan, pada akhir September 2019 sebagian wilayah di Kabupaten Banjarnegara diprakirakan sudah memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Selain Banjarnegara, kata dia, kabupaten lain di sekitarnya seperti Banyumas dan Purbalingga juga akan memasuki musim hujan pada bulan Oktober.

Untuk itu, kata dia, masyarakat diminta mewaspadai anomali cuaca pada musim peralihan nanti.

"Masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana tanah longsor," katanya.

Sementara itu, kata dia, BMKG memprakirakan curah hujan di Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya masih dalam kategori rendah hingga awal bulan September 2019 mendatang.

"Curah hujan dalam kriteria rendah yakni di bawah 10 milimeter per dasarian," katanya.

Dia menambahkan, Banjarnegara telah memasuki puncak musim kemarau sejak awal Agustus 2019.

"Sekarang ini puncak musim kemarau sehingga peluang hujan juga dalam kategori rendah," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA