Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Kabut Asap di Aceh Mulai Berkurang

Rabu 25 Sep 2019 13:55 WIB

Red: Nora Azizah

Matahari pagi berwarna kemerahan akibat sinarnya menembus kabut asap karhutla di Banda Aceh, Aceh, Selasa (24/9/2019).

Matahari pagi berwarna kemerahan akibat sinarnya menembus kabut asap karhutla di Banda Aceh, Aceh, Selasa (24/9/2019).

Foto: Antara/Irwansyah Putra
Hujan yang mengguyur sejak Selasa malam membuat kabut asap berkurang signifikan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Kabut asap yang sejak beberapa hari lalu meliputi Aceh mulai berkurang, Rabu (25/9). Kabut asap berkurang setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.

"Setelah dua hari belakangan kabut asap menyandera propinsi Aceh, Alhamdulillah mulai pagi ini kabut asap sudah berkurang," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Aceh, Zakaria Ahmad.

Hujan yang sejak Selasa sore (24/9) sampai Rabu pagi mengguyur Aceh, menurut dia, secara signifikan mengurangi kabut asap. "Sebagian daerah ada yang hujan sore kemarin, ada tadi malam hari, tengah malam, dan pagi hari ini," kata dia.

Menurut Zakaria, jarak pandang di bagian-bagian wilayah Aceh yang sebelumnya terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan juga sudah membaik. "BMKG Aceh Utara melaporkan jarak pandang enam kilometer, BPBD Aceh Selatan melaporkan jarak pandang empat kilometer, dan BMKG Sabang melaporkan jarak pandang lima kilometer," katanya.

Namun, di kawasan Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, jarak pandang masih sekitar 800 meter pada pukul 09.00 WIB. "Khusus Rembele diperkirakan karena geografi dataran tinggi, kabut yang bertahan di sana adalah kabut asap bercampur dengan uap air," katanya.

Meski demikian, ia menjelaskan, kabut asap masih berpeluang datang lagi ke wilayah Aceh selama kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di wilayah tetangga Aceh. "Karena kebakaran hutan dan lahan di provinsi lain di luar Aceh masih ada dan arah angin juga mengarah ke Aceh, maka potensi masuknya kabut asap masih ada," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA