Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Kader Meninggal Tertembak, IMM: Bukti Kekerasan Aparat

Kamis 26 Sep 2019 19:43 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah

IMM BERDUKA

IMM BERDUKA

Foto: dok. Istimewa
Kapolda Sulawesi Tenggara didesak untuk dicopot.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Immawan Randi, tewas saat mengikuti aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara. Almarhum diduga tertembak peluru tajam di dada sebelah kanan, saat bentrokan pecah antara mahasiswa dan pihak pengamanan.

Baca Juga

Ketua Dewan Pimpinan Pusat IMM Najih Prastiyo mengungkapkan belasungkawa serta kehilangan yang sangat mendalam atas peristiwa tersebut. Menurut Najih, peristiwa ini adalah bukti nyata dari tindakan represif yang dilakukan oleh pihak keamanan terhadap mahasiswa.

“Kami, IMM se-Indonesia menyatakan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya salah satu kader IMM yang tertembak peluru tajam ketika melakukan aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ini adalah kehilangan yang sangat besar bagi kami,” tutur Najih saat dikonfirmasi, Kamis (26/9)

Najih lantas mempertanyakan prosedur pengamanan aksi yang kemudian sampai menodongkan senjata dan terjadi penembakan meregang nyawa. Menurut dia, tidak dibenarkan prosedur pengamanan aksi sampai dengan terjadi penembakan peluru tajam. Oleh karena itu, secara pribadi ia mengecam atas terjadinya peristiwa ini. 

"Ini mau mengamankan aksi, atau mau perang kepada mahasiswa. Pihak kepolisian harus bertanggung jawab mengusut kasus ini sampai tuntas, dan kami kader IMM se-Indonesia akan mengawal penuh kasus ini,” kata Najih.

Najih menuntut Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk mencopot Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara. Ia menilai, Kapolda telah gagal dan lalai dalam memberikan jaminan keamanan bagi mahasiswa dalam menyuarakan aspirasinya. Padahalpenyampaian aspirasi secara lisan dan tertulis dilindungi oleh undang-undang. 

“Mahasiswa itu bukan penjahat negara, yang harus ditembaki dengan seenaknya saja. Kami menuntut kepada Kapolri untuk mengusut kasus ini sampai benar-benar terang dan pelaku penembakan kader kami (Immawan Randi) dapat tertangkap secepatnya”, tegas Najih.

Selanjutnya, Najih menyerukan kepada seluruh Kader IMM se-Indonesia untuk melakukan konsolidasi di masing-masing basis dan level pimpinan menyerukan aksi solidaritas atas tewasnya Immawan Randi.

“Kepada seluruh kader IMM se-Indonesia, mari kita rapatkan barisan dan melakukan konsolidasi di basis dan setiap level kepemimpinan untuk menyerukan aksi atas tewasnya saudara kita Immawan Randi,” tutupnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA