Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Aksi Mujahid 212 Long March Menuju Istana Negara

Sabtu 28 Sep 2019 08:46 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Indira Rezkisari

Massa yang tergabung dalam Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI bergerak dari Bundaran HI ke Istana Negara, Sabtu (28/9).

Massa yang tergabung dalam Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI bergerak dari Bundaran HI ke Istana Negara, Sabtu (28/9).

Foto: Republika/Zainur Mahsir Ramadhan
Mujahid 212 kecam penanganan karhutla dan penanganan mahasiswa yang represif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa yang tergabung dalam "aksi mujahid 212 selamatkan NKRI" telah bergerak dari bundaran HI menuju Istana Negara. Dalam prosesnya mereka mulai berkumpul di Bundaran HI sejak pagi, dan mulai bergerak menuju Istana sekira pukul 07.25 WIB.

Dari pantauan Republika, massa aksi tersebut terdiri dan anak-anak hingga dewasa. Berbagai atribut untuk menyalurkan aspirasi juga dibawanya. Bahkan tidak jarang juga terlihat bendera merah putih di antara massa yang mengangkat bendera hitam atau putih.

Sedangkan untuk pihak keamanan, polisi telah bersiaga sejak kedatangan para massa di titik awal. Lalu lintas di jalan MH Thamrin sendiri cukup lancar. Meskipun ada rekayasa lalu lintas di beberapa titik selama aksi mujahid tersebut berlangsung, seperti di Taman Pandang, dan pengalihan lalu lintas di sekitar Medan Merdeka Utara.

Salah satu peserta aksi tersebut, Ahmad, warga Jakarta mengaku sudah berangkat dari rumah sejak pukul 05.30 WIB. Menurut dia, beserta beberapa orang ia ikut berpartisipasi dengan berjalan kaki dari Cikini hingga akhirnya sampai di bundaran HI.

"Istirahat dulu sebentar, dari tadi jalan cukup capek juga," Kata dia sambil bersandar ke pohon di trotoar.

Massa yang tergabung dalam aksi mujahid tersebut memang bertujuan untuk melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara, Sabtu (28/9). Dalam aksinya mereka akan menyampaikan beberapa pesan, seperti penanganan karhutla dan penanganan mahasiswa yang dinilai represif oleh massa tersebut.

Namun demikian, aksi tersebut sempat berganti nama dari "Parade Tauhid Indonesia 2019" Menjadi "Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI". Aksi yang dikoordinasikan oleh Edy Mulyadi tersebut, melakukan long march dari Bundaran HI hingga Istana Negara untuk mengungkapkan tuntutannya.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA