Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

BMKG Pastikan Isu Gempa Besar dan Tsunami di Ambon Hoaks

Sabtu 28 Sep 2019 16:07 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Gempa. Ilustrasi

Gempa. Ilustrasi

Foto: Reuters
Belum ada teknologi prediksi gempa bumi besar.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan isu gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua adalah tidak benar atau berita bohong (hoaks).

Baca Juga

"Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat, dan akurat kapan, dimana dan berapa kekuatannya," kata Deputi bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadly, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (28/9).

Hingga Jumat (28/9) pukul 13.00 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap gempa bumi Kairatu, Ambon, dan Haruku berkekuatan magnitudo 6,5 yang terjadi pada Kamis (26/9) menunjukkan telah terjadi 492 kali gempa susulan.

Kekuatan gempa susulan dengan magnitudo terbesar magnitudo 5,6 dan terkecil magnitudo 3,0. Secara statistik, frekuensi kejadian gempa cenderung semakin mengecil.

"Masyarakat diimbau agar tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," katanya.

Masyarakat juga diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Gempa bumi dengan magnitudo 6,8 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,5 mengguncang Ambon pada Kamis (26/9) pada pukul 06.46 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan berdasarkan pengecekan ulang yang dilakukan pada Jumat, korban meninggal dunia akibat gempa Magnitudo 6,5 di Ambon berjumlah 19 orang.

 

  

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA