Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Lulusan IT Bisa Bekerja di Mana Saja

Sabtu 28 Sep 2019 16:09 WIB

Red: Irwan Kelana

Kang Fey saat acara Serasi STMIK Nusa Mandiri.

Kang Fey saat acara Serasi STMIK Nusa Mandiri.

Foto: Dok STMIK Nusa Mandiri
Hampir semua perusahaan sekarang membutuhkan tenaga IT.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- STMIK Nusa Mandiri menggelar acara SERASI (Seminar Inspirasi)  untuk  menyambut mahasiswa baru (Maba) di gedung Nusa Mandiri Margonda, Depok, Jawa Barat, Ahad  (22/9). Acara itu dirangkai dengan  talk show Alumni Sukses.

Salah satu narasumber yang dihadirkan adalah Syafei SKom. Ia salah seorang alumni STMIK Nusa Mandiri di bidang IT yang sukses.

Kang Fey, sapaan akrab Syafei, mengatakan banyak sarjana yang menganggur karena mereka banyak memilih. “Alasan banyak sarjana nganggur karena terlalu banyak milih,” katanya dalam pemaparan materi.

Pria yang awal karirnya bekerja di perusahaan manufaktur ini, mengatakan bahwa lulusan IT bisa bekerja di mana saja. Menurutnya, hampir semua perusahaan sekarang membutuhkan tenaga IT. Hal itu  karena banyak dari perusahaan tersebut memanfaatkan teknologi dalam pengembangan perusahaannya.

“Saya kerja di manufaktur tak jadi masalah, meskipun lulusan IT,” paparnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id,  Jumat (27/9).

Sempat bekerja di perusahaan, dan memegang jabatan  sebagai general manarer, ia memutuskan untuk keluar. Kemudian mendirikan perusahaannya sendiri.

Ia mengusulkan, sejak masa kuliah, mahasiswa harus perbanyak CV dan pengalaman magang yang jelas dan linier. “Selama masa perkuliahan perbanyak CV tapi yang jelas, yang sesuai dengan keahlian,” jelasnya.

Menurutnya, dengan begitu akan mempermudah untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya sendiri. Sebagai alumni STMIK Nusa Mandiri, ia berhasil membangun Syafariz Berkah Grup.

Hingga saat ini, ia membina beberapa anak perusahaan di bawahnya yang terdiri dari berbagai bidang. Di antaranya, yayasan pendidikan, market place, produk pengembangan (sabun) dan kuliner.

Ia pun ingin mahasiswa STMIK Nusa Mandiri agar menjadi lebih baik dan sukses darinya. Karena baginya, nilai IPK bukan jaminan atas kesuksesan.

 “Jadilah orang yang berbeda. Bukan jadi orang yang pertama, itu sulit. Dan sejatinya, pengetahuan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan memberi pengalaman.  Pengalaman tersebut akan menumbuhkan pemikiran efektif dalam memulai sesuatu” paparnya.

Seperti Kang Fey, berangkat dari kecintaan terhadap daerah sendiri dengan tujuan ingin mensejahterakan kota kelahiran sendiri, sukses menjadi apa pun yang diinginkannya. Karena keberhasilan bukan untuk orang pintar, namun keberhasilan untuk orang-orang yang mau berusaha. Itulah kutipannya yang terinpirasi dari BJ Habibie.

“Lulusan STMIK Nusa Mandiri terbukti bisa bersaing dan bahkan bisa ‘menang’ dari yang lain. Jika ingin sukses, harus berusaha.Karena kegagalan yang besar adalah keberhasilan yang luar biasa.Setiap saya bertemu gagal saya bersenang-senang karena akan bertemu hasil di depan,” tegasnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA