Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Ratusan Hewan Peliharaan di Tasik Divaksin Rabies

Sabtu 14 Sep 2019 01:25 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Karta Raharja Ucu

Pemilik hewan peliharaan melakukan vaksinasi rabies di kantor Dinas  Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Jumat (13/9).

Pemilik hewan peliharaan melakukan vaksinasi rabies di kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Jumat (13/9).

Foto: dok. Istimewa
Ratusan hewan yang divaksinasi didominasi kucing peliharaan.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Ratusan hewan peliharaan milik warga Kota Tasikmalaya menjalani vaksinasi di kantor Dinas Pertanian dan Perikanan, Jumat (13/9). Vaksinasi itu dilakukan untuk mencegah peredaran virus rabies pada hewan penularan rabies (HPR).

Kepala Seksi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Siti Maemunah mengatakan, vaksinasi itu dilakukan gratis oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya dalam memeringati hari rabies internasional yang jatuh pada 28 September. Namun, dalam sebulan ini pihaknya akan melakukan vaksinasi gratis untuk hewan peliharaan milik warga, seperti kucing, anjing, musang, atau monyet. 

"Hari ini kita melakukan vaksinasi untuk 265 ekor, didominasi oleh kucing," kata dia Jumat (13/9).

Sebelum melakukan vaksinasi, hewan peliharaan diwajibkan diperiksa kondisinya terlebih dahulu, mulai dari suhu, berat badan, dan kondisi umum. Jika dinyatakan belum belum sehat, hewan tersebut harus disembukan dulu. 

"Pelaksanaan vaksin bukan hanya hari ini tapi selama September. Kita tetap terima untuk yang tak kebagian jatah, selama persediaan kita masih ada," kata dia.

Ia menjelaskan, vaksinasi sangat perlu dilakukan untuk HPR, lantaran terdapat banyak potensi penyakit dari hewan peliharaan. Selain rabies, ia mencontohkan, terdapat virus toksoplasma khususnya pada kucing. Sementara untuk monyet, bisa menyebarkan penyakit menular seperti paru-paru atau TBC ke manusia.

Ia menganjurkan, warga yang memiliki hewan peliharaan untuk melakukan pemeriksaan rutin sebulan sekali. "Apalagi sekarang sudah banyak puskeswan atau dokter hewan," kata dia.

Siti menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan dan vaksinasi itu, secara umum kondisi hewan peliharaan di Kota Tasikmalaya sehat. Namun, cuaca panas pada musim kemarau membuat hewan peliharaan banyak yang berkutu. 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Zulyaden mengatakan, kegiatan pemeriksaan hewan bukan hanya sekali ini dilakukan. Menurut dia, selama ini pihaknya juga mendatangi lokasi peternakan untuk memeriksa kesehatan hewan. Namun, untuk vaksinasi gratis secara serentak untuk hewan peliharaan baru kali pertama dilakukan.

Ia mengklaim, selama ini belum ditemukan kasus hewan rabies di Kota Tasikmalaya. Namun, ia mengakui, secara keseluruhan wilayah Jawa Barat (Jabar) belum bebas rabies. 

"Pernah kejadian 2016 di Kabupaten Sukabumi. Jadi kita belum bebas, karena lalu lintas HPR sangat tinggi. Kita tak bisa disebut bebas kalau ada lintasan dari daerah lain, jadi tetap waspada," kata dia.

Ia menjelaskan, antisipasi rabies dilakukan agar virus itu tidak menular dari hewan ke manusia. Pasalnya, jika hewan tak divaksin, kata dia, terdapat kemungkinan virus rabies menular ke manusia. "Dampak paling buruk menimbulkan kematian," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA