Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Tak Terima Ditegur, Keponakan Tusuk Paman Hingga Tewas

Ahad 29 Sep 2019 20:29 WIB

Red: Ratna Puspita

Pembunuhan (Ilustrasi)

Pembunuhan (Ilustrasi)

Foto: pixabay
Keponakan menusuk keponakannya dengan samurai di Jakarta Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nyawa Abdul Rohim (37 tahun) tak bisa diselamatkan ketika akan ditangani tim medis Rumah Sakit Pelni Jakarta Barat. Ia meninggal dunia akibat ditusuk keponakannya, MA (23), yang tak terima ditegur.

Baca Juga

Kepala Kepolisian Sektor Palmerah Jakarta Barat Komisaris Polisi Ade Rosa membenarkan motifnya karena pelaku kesal terhadap korban dan spontan menusuknya. "Secara spontan pelaku mengambil pedang samurai yang ada di kamar, kemudian ditusukan ke rusuk atas sebelah kiri sebanyak dua kali dan membacok badan korban juga sehingga korban tersungkur di lantai," ujar Ade di Jakarta, Ahad (29/9).

Ade mengatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Kemanggisan Pulo I nomor 35 RTb14/08 Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat malam (27/9). Ade menuturkan, korban dalam posisi sedang tidur dan pelaku datang untuk bermain gim setelah kerja sebagai supir ekspedisi.

Namun tiba-tiba, Abdul bangun dan marah-marah kepada pelaku, dan terjadilah cekcok mulut. Korban menunggu dan memegang kepala pelaku yang menusuknya dengan samurai.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Palmerah AKP Ali mengatakan, saat anggota Polsek Palmerah sedang melakukan observasi wilayah, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan pelaku serta barang bukti. Korban dibawa ke RS Pelni dalam keadaan kritis.

Sesampainya di IGD di RS Pelni, korban dinyatakan sudah meninggal di perjalanan. "Pelaku dan barang bukti berupa satu buah pedang samurai dibawa ke Polsek Palmerah guna penyelidikan lebih lanjut," ujar dia.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA