Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Tokoh Minangkabau Minta tak Ada Balas Dendam

Senin 30 Sep 2019 19:24 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Joko Sadewo

Prajurit TNI melakukan patroli keamanan di Wamena, Papua, Senin (30/9/2019).

Prajurit TNI melakukan patroli keamanan di Wamena, Papua, Senin (30/9/2019).

Foto: Antara/Iwan Adisaputra
Saatnya masyarakat Minangkabau menjalankan filosofi keminangkabauan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Ketua Mahkamah Adat Alam Minangkabau (MAAM) Tengku Irwansyah mengimbau kepada semua elemen di Minangkabau, untuk bisa sabar dan ikhlas. Himbauan ini terkait dengan tragedi di Wamena yang menimpa warga Sumbar.

Irwansyah meminta agar tidak ada provokasi melakukan agitasi serta memobilisasi anak nagari Minangkabau untuk melakukan  tindakan balas dendam. Dalam momen seperti ini, menurut Irwansyah, saatnya warga Minangkabau mempraktekkan nilai-nilai keminangkabauan. Yaitu filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK).

"Mengimbau dengan tulus kepada semua pihak, niniek mamak, alim ulama dan cadiek pandai, Tungku Tigo Sajarangan di Minangkabau untuk bisa sabar dan ikhlas menerima cobaan ini. Jangan melakukan tindakan balas dendam," kata Irwansyah usai melakukanb pertemuan dengan Komandan Korem 032/Wirabraja Brigjen Kunto Arif Wibowo di Padang, Senin (30/9).

Irwansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumbar dan sejumlah pihak terkait telah menangani warga perantau Sumbar di Wamena, yang masih mengungsi pascakejadian di Wamena. TNI/Polri juga sudah melakukan tindakan pengamanan agar kejadian serupa tidak lagi terulang di Wamena.

MAAM juga mengingatkan warga Sumbar agar hati-hati menyikapi informasi yang simpang siur di sosial media. Terlebih informasi yang memuat ujaran kebencian dan hasutan untuk membalas kejadian di Wamena. MAAM kata Irwansyah tidak mau Indonesia tercabik-cabik oleh ulah provokator. "Biarkan aparat kepolisian yang menindaklanjutinya," ujar Irwansyah.

Danrem Kunto Arif Wibowo siap mendukung upaya tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk meredam provokasi pasca tragedi Wamena. Menurut Kunto menyebut perlu kerja sama semua pihak untuk menangkal isu-isu yang bersifat provokatif agar situasi pascakejadian Wamena tidak semakin 'panas'.

Danrem 032/Wirabraja mengatakan, aparat TNI dan Polri saat ini sudah membuat kondisi di Wamena berangsur membaik. Kunto mendapat informasi bahwa semua warga Wamena saat ini bersama-sama ingin memulihkan keadaan di kota tersebut supaya kembali aman, normal seperti semula. "Bahkan, orang-orang Wamena pun ikut serta berupaya menenangkan situasi," kata Kunto.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA