Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Massa Terus Menyerang, Polisi: Kami Bukan Musuh Kalian

Senin 30 Sep 2019 19:36 WIB

Rep: Febriyan A/ Red: Andi Nur Aminah

Ribuan mahasiswa memadati Jalan Gerbang Pemuda menuju depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Ribuan mahasiswa memadati Jalan Gerbang Pemuda menuju depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Foto: Antara/Reno Esnir
Massa terus melempari batu dan botol minum ke arah aparat yang telah membuat barikade

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kericuhan yang pecah di dekat Flyover JCC Senayan sejak Senin (30/9) 17.45 WIB masih berlangsung hingga pukul 19.10 WIB. Sebelum melepaskan gas air mata ke kerumunan massa, aparat kepolisian sempat menghimbau agar massa membubarkan diri. "Cukup adik-adik. Kami bukan musuh kalian," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan lewat pengeras suara.

Baca Juga

Ternyata massa tak mengindahkan permintaan dari Harry. Massa terus melempari batu dan botol minum ke arah aparat yang telah membuat barikade. Aparat pun akhirnya mulai menembakkan gas air mata ke arah massa.

Setelah massa sedikit mundur karena tembakan gas air mata, Harry kembali berupaya mengimbau massa. "Adik-adik sudah, adik-adik mahasiswa, adik-adik pelajar sudah. Ingat pengorbanan orang tua kalian. Kasihan orang tua kalian nanti kalau kalian ketangkap," teriak Harry.

Massa bergeming, Harry pun mulai mengancam akan mengepung massa jika tak segera membubarkan diri. Yakni dengan mengerahkan aparat dari arah belakang massa atau dari arah Semanggi.

"Kalian sudah sudah stop, jangan salahkan kami kalau ketangkep, jangan salahkan kami kalau kalian terjebak, akan ada pasukan dari belakang kalian," katanya.

Hingga saat ini, bentrokan masih terus terjadi. Selain itu kericuhan juga pecah di arah Slipi. Sementara di depan gerbang utama Kompleks Parlemen sudah steril dari massa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA