Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Operasional KRL Tanah Abang-Kebayoran Kembali Normal

Selasa 01 Oct 2019 15:17 WIB

Red: Andri Saubani

Suasana Stasiun Tanah Abang saat terjadi gangguan operasional kereta di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (25/9).

Suasana Stasiun Tanah Abang saat terjadi gangguan operasional kereta di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (25/9).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Jalur Tanah Abang-Kebayoran sempat ditutup terimbas demonstrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Tanah Abang-Kebayoran telah beroperasional normal pada Selasa (1/10). Operasional KRL Tanah Abang-Kebayoran dibuka mulai pukul 06.00 WIB.

"Sebelumnya memang sempat kita tutup sementara karena adanya gangguan demonstrasi sekitar pukul 19.30 WIB," kata petugas piket Contact Center PT KCI, Seirra, yang dihubungi di Jakarta.

Operasional KRL lintas Tanah Abang-Kebayoran kembali dibuka untuk melayani penumpang sejak pukul 06.00 WIB. "Sejak pukul 06.00 WIB perjalanan sudah kembali normal," ujar Seirra.

Namun, Seirra mengingatkan kepada penumpang untuk tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya demonstrasi susulan. Bila pada sore nanti gelombang demonstrasi kembali terulang, kata dia, maka tidak menutup kemungkinan KRL lintas Tanah Abang-Kebayoran kembali ditutup.

"Untuk sore nanti kalau ternyata ada demo lagi bisa ditutup kembali," tutur Sierra.

Keputusan itu dilakukan dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan penumpang KRL. PT KAI Daop I Jakarta juga telah menempatkan sejumlah personel di lapangan untuk terus melakukan pengamanan di sekitar jalur rel serta pemantauan yang berkoordinasi bersama petugas aparat keamanan terkait.

Seperti diketahui, dalam satu pekan terakhir telah terjadi demonstrasi yang diinisiasi oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Mahasiswa menuntut tujuh hal dengan tuntutan utama menolak RKUHP, RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan. Selain itu pedemo mendesak UU KPK dan UU SDA dibatalkan serta disahkannya RUU P-KS dan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA