Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Kebakaran Lahan di Yogyakarta Terus Terjadi

Selasa 01 Oct 2019 15:18 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Foto: Foto : MgRol112
Luas lahan terbakar di Yogyakarta terus bertambah.

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Kebakaran lahan akibat kemarau di DIY terus terjadi. Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bantul, Aka Lukluk Firmansyah mengatakan, luas lahan yang terbakar di Kabupaten Bantul terus meluas.

Baca Juga

Saat ini, kebakaran lahan di Bantul sudah mencapai 44 hektare sejak Januari hingga September 2019. Kebakaran lahan banyak terjadi saat musim kemarau ini.

"Bulan September saja sudah 21,5 hektare (lahan di Bantul yang terbakar," kata Firmansyah saat dikonfirmasi Republika, Selasa (1/9).

Ia mengatakan, kebakaran lahan ini dilaporkan terjadi hampir tiap hari. Namun, dengan skala yang tidak besar.

Rata-rata lahan yang terbakar tersebar di daerah yang memang dilanda kekeringan. Yakni di Bantul wilayah timur, seperti Imogiri, Piyungan dan sisi selatan Bantul. 

"Wilayah-wilayah itu yang sering terjadi kebakaran lahan," ujarnya.

Pemadaman terus dilakukan agar lahan yang terbakar tidak merambat ke daerah lain. Terutama ke permukiman karena dapat membahayakan warga.

"Ketika lahan itu terbakar kemudian musim kemarau itu kan angin baratannya cukup kencang juga dan dikhawatirkan merambat. Kalau dekat dengan permukiman, ini biasanya lebih harus segera direspon," jelasnya.

Mencegah terjadinya kebakaran lahan yang semakin luas, sosialisasi kepada masyarakat juga dilakukan. Sebab, beberapa penyebab utama kebakaran lahan ini dikarenakan pembakaran sampah oleh warga di dekat lokasi lahan yang mudah terbakar.

"Kita lebih kepada himbauan, karena kalau sudah membakar kemudian tidak benar-benar padam, bisa merembet. Dan sebagian memang karena ada campur tangan manusianya dulu sebelum nanti lahan itu terbakar dan meluas," ujar Firmansyah.

Sementara, di kabupaten lain di DIY juga terjadi kebakaran lahan. Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, potensi kebakaran lahan saat kemarau sangat tinggi.

Berdasarkan data dari BPBD DIY yang ia berikan ke Republika, selama September ini saja sudah terjadi 44 kebakaran lahan di DIY. Namun, kebalaran yang terjadi tidak terlalu besar.

Di Kabupaten Sleman, sudah terjadi 24 kali kebakaran hutan selama September 2019. Sementara, di Kabupaten Bantul sebanyak sembilan kali.

Di Kabupaten Kulonprogo sebanyak tujuh kali kebakaran hutan. Sementara, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta ada dua kali kebakaran hutan selama September 2019.

Sebelumnya, Stasiun Klimatologi BMKG DIY memprediksi hujan akan mulai turun di beberapa wilayah di DIY pada akhir Oktober 2019. Saat ini, hampir di seluruh DIY belum turun hujan dan masih menghadapi musim kemarau.

"(Perkiraan hujan turun) Bervariasi," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Reni Kraningtyas kepada Republika beberapa waktu lalu.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA