Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Polisi Batasi Akses Demonstran di Belakang DPR

Selasa 01 Oct 2019 15:53 WIB

Rep: Antara/ Red: Indira Rezkisari

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) datang ke Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Selasa (1/10) pada pukul 14.30 WIB untuk melakukan unjuk rasa.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) datang ke Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Selasa (1/10) pada pukul 14.30 WIB untuk melakukan unjuk rasa.

Foto: Republika/Haura Hafizhah
Demonstran dibuat tidak bisa melintas belakang gedung DPR/MPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aparat Kepolisian membatasi akses demonstran menuju belakang Gedung DPR/MPR RI, tepatnya ke Jalan Gelora, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa. Berdasarkan pantauan lokasi, Selasa (1/10), beberapa anggota Brimob berjaga di depan perlintasan rel kereta api, pertigaan Jalan Gelora.

Anggota Brimob menanyakan massa yang ingin menuju belakang Gedung DPR/MPR RI. "Mau ke mana kamu? Kalau mau ke belakang DPR/MPR RI tidak bisa lewat sini," ujar salah satu petugas Brimob yang berpakaian lengkap.

Beberapa mahasiswa yang menggunakan almamater akhirnya tidak bisa melintasi akses menuju belakang gedung DPR/MPR RI.

Sementara itu, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bergerak menuju Jalan Gatot Subroto, Jakarta, dengan berjalan kaki bersama-sama membentuk sebuah kelompok besar. Mereka sebelumnya berorasi di depan gedung TVRI di Jalan Pemuda, Selasa.

Kelompok mahasiswa ini terpantau berasal dari berbagai perguruan tinggi seperti UNJ, Persis DKI Jakarta, BSI Jakarta, Mulawarman dan Sekolah Tinggi Sapta Taruna. Massa mahasiswa ini dalam aksinya membawa bendera almamater kampus dan sebuah poster besar bertuliskan "Tuntaskan Reformasi" dalam sebuah kardus yang dibuat seadanya.

Mahasiswa juga membawa bunga yang dibagikan kepada petugas keamanan dari unsur Polri maupun TNI. Aparat keamanan berjaga di pembatas jalan yang menutup akses menuju gerbang depan gedung DPR/MPR RI.

Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan aksi mereka adalah aksi damai. Selain berorasi, mereka membagikan bunga kepada polisi, TNI dan juga wartawan. Mereka juga melakukan teatrikal.

Sementara itu, akses masuk gerbang depan gedung DPR RI sudah disekat dan ditutup baik dari arah TVRI hingga ke arah Tomang. Penutupan dilakukan dengan barrier beton (MCB) dijaga oleh personel Marinir dari TNI dan Sabhara Polri.

Ratusan mahasiswa yang berkumpul di depan Gedung TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, untuk aksi solidaritas menegaskan bahwa mereka melakukan aksi damai untuk mengawal anggota legislatif yang baru dilantik.

"Kita aksi damai, aksi kita tidak ada kerusuhan. Kalau ada kerusuhan itu bukan mahasiswa itu adalah oknum," ujar seorang orator menggunakan pengeras suara di depan Gedung TVRI, Senayan.

Rencananya ratusan mahasiswa itu melakukan aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun langkah mereka tertahan akibat penutupan jalan tersebut.

Para mahasiswa menuntut reformasi dituntaskan dan anggota DPR yang baru benar-benar bisa mewakili rakyat.

Total 575 anggota DPR dilantik di Ruang Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari ini dengan anggota termuda adalah Hillary Brigitta Lasut dengan usia 23 tahun. SedangkanSabam Sirait menjadi anggota DPD RI tertua dengan usia 80 tahun.

Pelantikan itu dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, Wapres keenam Try Sutrisno serta Wapres kesembilan Hamzah Haz.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA