Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Pembelaan Rini Soal Banyak Pejabat BUMN Tersandung Korupsi

Kamis 03 Oct 2019 19:09 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ratna Puspita

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Rini berpendapat, korupsi merupakan representasi atas individu, bukan perusahaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membela diri saat menanggapi kasus korupsi yang menjerat pejabat perusahaan pelat merah. Rini berpendapat, perilaku korupsi merupakan representasi atas individu, bukan perusahaan.

Baca Juga

Rini mengaku sudah memberikan rambu-rambu kepada setiap direksi BUMN untuk bekerja secara transparan dan akuntabel. "Kita bicara itu adalah perorangan, Anda bisa tahu nggak hati orang? Kita melihat jejaknya yang kita anggap bagus. Tapi kita tidak tahu hati seseorang, kita tidak tahu godaan apa yang membuat mereka akhirnya lupa," ujar Rini usai menghadiri sidang kabinet, Kamis (3/10). 

Rini menjamin seluruh sistem pengawasan juga berjalan sebagaimana mestinya. Perusahaan pun, dia mengatakan, memiliki sistem pengawasannya sendiri termasuk internal audit. Rini juga menyebut bahwa Kementerian BUMN bekerja sama dengan KPK dalam mencegah perilaku korupsi.  

Sejumlah bos BUMN diketahui terjerat kasus korupsi sepanjang tahun ini. Setelah mantan dirut PLN Sofyan Basir yang menjadi tersangka kasus suap, KPK meringkus Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Perindo, Risyanto Suanda, dalam kasus suap kuota impor ikan. 

Teranyar, KPK melanjutkan pengusutan dugaan korupsi yang dilakukan antar-BUMN, yakni PT Angkasa Pura II dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti). Dalam perkembangannya, KPK memutuskan untuk menjadikan Direktur Utama PT Inti, Darman Mappangara, sebagai tersangka kasus dugaan suap. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA