Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

BPBD Sebut Potensi Longsor Tinggi Saat Hujan Usai Kemarau

Kamis 03 Okt 2019 22:41 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

[Ilustrasi] Warga menyaksikan rumah yang tertimbun material tanah longsor di Desa Bojongsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (8/11/2018).

[Ilustrasi] Warga menyaksikan rumah yang tertimbun material tanah longsor di Desa Bojongsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (8/11/2018).

Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
BPBD menyatakan sebagian wilayah DIY berpotensi tanah longsor ketika musim hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan sebagian wilayah ini terutama lereng bukit potensi tanah longsor tinggi ketika musim hujan setelah musim kemarau.

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Kamis (3/10), mengatakan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa musim hujan diperkirakan terjadi sekitar November, sehingga potensi ancamannya perlu diwaspadai.

"Setelah musim kemarau yang cukup panjang tipikal tanah di Bantul kan pecah-pecah, sehingga nanti pada saat musim penghujan air itu masuk disela tanah-tanah yang pecah itu, potensi longsornya tinggi," katanya.

Menurut dia, apalagi saat musim hujan dengan curah hujan tinggi, kejadian tanah longsor di wilayah-wilayah Bantul yang dipetakan rawan longsor sangat berpotensi, seperti di daerah Imogiri dan Dlingo.

"Sehingga ini yang harus diwaspadai betul oleh masyarakat Kabupaten Bantul terutama di daerah-daerah rawan longsor supaya tidak ada kejadian (tanah longsor akibatkan korban jiwa) seperti tahun kemarin," katanya.

Dwi mengatakan, selain potensi tanah longsor, kejadian yang mengancam keselamatan warga saat musim hujan dengan curah hujan tinggi yaitu banjir karena luapan sungai-sungai besar yang mengalir di wilayah Bantul.

"Yang jelas musim hujan itu yang juga kita antisipasi adalah terkait dengan infrastruktur, dalam artian kelengkapan bagaimana kondisi sungai itu, bagaimana kesiapan masyarakat menghadapi musim hujan itu," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA