Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Musim Pancaroba, Nelayan Diminta Berhati-hati

Jumat 04 Okt 2019 16:28 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq

Nelayan tradisional tengah berjuang melawan gelombang laut.

Nelayan tradisional tengah berjuang melawan gelombang laut.

Foto: beta.matanews.com
BMKG mengingatkan mengenai potensi terjadi gelombang tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Para nelayan yang melaut di perairan selatan Jawa Tengah, diminta untuk lebih berhati-hati. Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyebutkan musim pancaroba dari musim kemarau menuju musim hujan saat ini, berpotensi menimbulkan gelombang tinggi.

''Bila saat di tengah laut angin bertiup agak kencang, sebaiknya merapat ke pantai lebih dulu. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,'' jelasnya.

Ia menyebutkan, terkait kondisi ini pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini terhadap pelaku aktivitas kelautan. Dalam peringatan dini tersebut, BMKG mengingatkan mengenai potensi terjadi gelombang tinggi mulai di perairan selatan Sukabumi (Jawa Barat) hingga Yogyakarta.

''Gelombang tinggi ini berkisar 1,25-2,5 meter di wilayah perairan pantai, sedangkan di kawasan laut dalam Samudra Hindia bisa mencapai ketinggian empat meter,'' jelasnya.

Selain dipengaruhi musim pancaroba, Teguh menyebutkan, gelombang tinggi juga dipengaruhi Badai Mitag yang muncul di perairan Tiongkok dan adanya pusat tekanan rendah di Samudra Pasifik timur Filipina.
 
Mengenai musim pancaroba, Teguh menyebutkan, di perairan selatan Jawa saat ini sedang berlangsung perubahan dari musim angin timuran menjadi musim angin baratan.ada masa transisi bervariasi. ''Anginnya kadang datang dari timur atau tenggaran, kemudian berbalik,'' jelasnya.

Menurutnya, musim angin baratan diprakirakan baru akan berlangsung sepenuhnya, mulai akhir Oktober seiring datangnya dengan musim hujan. ''Saat musim angin baratan, di belahan bumi selatan akan muncul banyak pusat tekanan rendah sehingga gelombang tinggi kembali sering terjadi. Puncaknya akan berlangsung pada Desember,'' katanya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA