Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

BNPB: Masih Tampak 430 Hotspot Sedang dan Tinggi

Jumat 04 Oct 2019 20:00 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Reiny Dwinanda

Titik panas (ilustrasi)

Titik panas (ilustrasi)

Foto: republika
Hingga awal Oktober, masih ada 430 hotspot sedang dan tinggi terpantau oleh satelit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau ada 430 titik panas (hotspot) dengan kategori sedang dan tinggi tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga Jumat (4/10) pagi. Kondisi itu didapat dari hasil pemantauan 24 jam terakhir dari satelit Aqua, Terra, SNNP pada catalog modis Lapan pada Jumat pukul 07.00 WIB

Baca Juga

"Total hotspot dengan kategori sedang (30-79 persen) dan tinggi (lebih dari 80 persen), sebanyak 430 titik panas," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo saat dihubungi Republika.co.id, Jumat.

Agus menyebutkan, titik panas dengan kategori sedang total ada 280. Di kelompok ini, Nusa Tenggara Timur (65 hotspot) dan Nusa Tenggara Barat (64) paling banyak memiliki titik panas.

Lantas, hotspot juga terpantau di Sulawesi Tenggara (18), Jambi (17), Kalimantan Selatan (16), Kalimantan Tengah (14), Gorontalo (12), Maluku (11), Sulawesi Selatan (11), dan Jawa Timur (9), Sumatera Selatan (8), Jawa Barat (6), Lampung (5), dan Papua Barat (4).

Sementara itu, Jawa Tengah, Banten, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Papua masing-masing memiliki tiga titik panas. Di Sulawesi Utara dan Kalimantan Barat ada dua titik panas dan Sumatera Utara ada satu titik panas.

"Kemudian, titik panas dengan kategori tinggi sebanyak total 150 hotspot," ujarnya.

Titik panas terbanyak ada di Nusa Tenggara Barat (69) disusul Nusa Tenggara Timur (22) dan Sulawesi Tenggara (14). Lantas, Sumatera Selatan dan Sulawesi Utara (9), Jawa Timur (8), Jambi (7), Lampung (6), dan Gorontalo (2). Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Banten masing-masing memiliki satu hotspot.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA