Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Tekan Risiko PTM, Kemenkes Lakukan Empat Pilar

Jumat 04 Oct 2019 11:29 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Gita Amanda

Positif mengidap HIV (ilustrasi)

Positif mengidap HIV (ilustrasi)

Kemenkes bersama instansi terkait meningkatkan informasi dan edukasi terkait risiko.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus menerapkan upaya menekan tingkat risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) yang terus meningkat dalam beberapa tahun ini melalui empat pilar.

Baca Juga

"Pencegahan promosi kesehatan selama ini yang kami lakukan melalui empat pilar," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Cut Putri Arianie saat Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema Peluncuran Program Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit, yang berlangsung di Aula IMERI, UI Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (4/10).

Cut Putri menyebutkan pilar pertama, Kemenkes bersama instansi terkait meningkatkan informasi dan edukasi terkait risiko penyakit ke masyarakat luas. Sosialiasi dan edukasi ini ditujukan baik ke populasi berisiko tinggi maupun rendah. Ia menambahkan, sarana edukasi ini bisa melalui melalui media cetak, tatap muka maupun digaungkkan lewat media sosial.

Pilar kedua, dia melanjutkan, melakukan program deteksi dini kepada semua kalangan baik populasi sehat maupun terindikasi tidak sehat melalui fasilitas kesehatan berbasis masyarakat seperti Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di kampus-kampus dan perkantoran. Ditargetkan ada satu Posbindu di setiap desa/kelurahan.

"Melalui Posbindu mereka bisa mengecek berat badan, kadar kolesterol dan tekanan darah. Petugas di sana akan mencatat profil kesehatan, dipantau dan memberikan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan," ujarnya.

Cut Putri menambahkan, pilar berikutnya adalah menggiatkan imuninasi khusus seperti kanker serviks/tes IVA maupun upaya deteksi dini penyakit tidak menular di faskes maupun komunitas.

Pilar keempat, menggerakkan Gerakan Masyarakat Hidup sehat (Garmas) dengan meminta setiap instansi pemerintah, kementerian dan lembaga membuat wilayah sehat seperti kawasan bebas rokok, sosialisasi agar menkonsumsi makanan sehat dengan kadar gula, garam, minyak sawit/goreng tidak berlebihan. Tak lupa, pemerintah bersama kalangan swasta, komunitas, dunia pendidikan menggulirkan pola hidup sehat rutin seperti wajib berolahraga atau senam ringan setiap hari di lingkungan masing-masing.

Ia menegakkan, kunci untuk mencegah perluasan PTM adalah dengan menguatkan perangkat deteksi dini dalam mengindetifikasi penyakit tersebut. Untuk itu, Kemenkes mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan hal itu sebagai sebuah kesadaraan gaya hidup sehat.

"Kita di era transisi dari penyakit menular ke meningkatnyya penyakit tidak menular karena aktivitas fisik kita menurun. Kemajuan teknologi juga ikut menjadi faktor pemicu risiko penyakit ini," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA