Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Polisi Tetapkan 380 Tersangka Terkait Aksi Massa di Jakarta

Jumat 04 Okt 2019 23:42 WIB

Red: Andri Saubani

Massa aksi pelajar STM saat terlibat bentrok dengan polisi ketika melakukan aksi unjuk rasa tolak UU KPK hasil revisi dan RKUHP di Jalan Layang Slipi, Petamburan Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Massa aksi pelajar STM saat terlibat bentrok dengan polisi ketika melakukan aksi unjuk rasa tolak UU KPK hasil revisi dan RKUHP di Jalan Layang Slipi, Petamburan Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Foto: Republika
Sebanyak 380 tersangka ditetapkan dari 1.365 orang yang diamankan oleh polisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi telah mengamankan 1.365 orang yang diduga sebagai perusuh pada bentrokan antara massa dan aparat keamanan di sekitar Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada aksi massa sepekan terakhir. Polisi juga menetapkan 380 di antaranya sebagai tersangka.

"Kita tetapkan tersangka sekitar 380 tersangka, dari 380 itu ada 179 kita tahan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (4/10).

Argo juga mengatakan di antara 179 orang yang ditahan terdapat dua pelajar dan dua mahasiswa. "Di antara 179 orang itu ada dua pelajar yang masih ditahan karena membawa senjata tajam, terkena undang-undang darurat dan juga dua mahasiswa yang ditahan terkena pasal 170 tentang pembakaran dan perusakan pospol," tambahnya.

Argo menjelaskan, massa yg berasal dari Depok, Bekasi, Jawa Tengah, Sumatera, Bogor, Jawa Barat dan lain-lain. Terkait perusuh yang berasal dari luar Jakarta, Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 173 orang yang terlantar usai mengikuti unjuk rasa di Kompleks Parlemen Senayan.

Dua di antaranya adalah anak sekolah dasar (SD) yang terlantar dan terpaksa tidur di trotoar karena kehabisan uang.Pelajar yang diamankan polisi di Jakarta Utara datang ke Jakarta karena dijanjikan uang untuk mengikuti demo, namun kenyataannya setelah tiba di ibu kota mereka malah diterlantarkan. Pelajar yang datang ke Ibu Kota Jakarta dengan modal pas-pasan ini akhirnya kehabisan uang dan terlantar di sekitar Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemudian diamankan oleh Polres Metro Jakarta Utara.

"Boro-boro duit untuk pulang, untuk makan saja tidak ada, makanya mereka lemas," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto.

Para pelajar yang diamankan di Mapolres Jakarta Utara tersebut telah dipulangkan ke daerah masing-masing dengan bantuan Kak Seto dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA