Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

150 Ribu Orang Indonesia Meninggal Gara-Gara BAB Sembarangan

Senin 04 Mar 2019 08:11 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Toilet dengan dudukan yang memiliki celah di depan.

Toilet dengan dudukan yang memiliki celah di depan.

Foto: Reader's Digest
Penyakit berbahaya banyak yang disebabkan virus yang bersumber dari BAB sembarangan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Masih ada sedikitnya 22 juta lebih masyarakat Indonesia yang hingga hari ini belum memiliki akses terhadap sanitasi yang sehat. Sekitar 150 ribu orang Indonesia meninggal akibat buang air besar (BAB) sembarangan.

"Selama ini, penyakit yang diakibatkan oleh perilaku BAB sembarangan menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia," kata, Ketua Yayasan Wahana Bakti Sejahtera, Budi Laksono, Senin (4/3).

Budi menjelaskan, saat satu orang buang air besar sembarangan, maka ada 3 miliar bakteri dan virus yang tersebar dan mengancam kesehatan manusia.

Virus- virus itulah yang akhirnya menyebabkan munculnya berbagai penyakit seperti polio, disentri, tipes, diare dan sebagainya.

"Tercatat ada 150.000 jiwa melayang akibat berbagai penyakit yang dipicu oleh perilaku BAB ini selama setahun di Indonesia," kata dia.

Untuk itu, pihaknya terus mendorong pemerintah agar serius memperhatikan persoalan sanitasi sehat kepada masyarakat. Dengan kemauan (good will) kuat didukung dengan sumber pendanaan yang ada, maka target- target yang ditetapkan oleh Pemerintah pasti bisa tercapai.

Sementara itu, Ahad (3/3) kemarin, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali meresmikan program Jambanisasi di Kabupaten Wonosobo. Menurut gubernur, gerakan tidak buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) di Jawa Tengah terus digenjot.

Sehingga orang nomor satu di Jawa Tengah ini menargetkan, pada tahun 2021, seluruh wilayah di Jawa Tengah sudah 100 persen ODF.

Menurut Ganjar, percepatan 100 persen bebas ODF menjadi salah satu faktor penting dalam pengurangan angka kemiskinan.

"Gerakan 100 persen ODF ini memang kami kebut sebagai langkah menekan angka kemiskinan dari subsektor yang terkecil yakni persoalan sanitasi," katanya.

Kalau masyarakat tidak buang air besar sembarangan, maka mereka akan menjadi sehat dan tentunya lebih sejahtera. Sudah banyak penelitian yang menerangkan akibat perilaku buang air besar sembarangan menyebabkan masyarakat rentan terserang berbagi penyakit.

Sejumlah penyakit berbahaya cukup banyak yang disebabkan dari virus yang bersumber dari sanitasi tidak sehat. "Ada tipes, kolera, disentri, diare dan banyak penyakit lainnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA