Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

ACT Bantu Kepulangan Korban Kerusuhan Wamena Asal Solo Raya

Kamis 03 Oct 2019 15:19 WIB

Red: Gita Amanda

Prajurit TNI melakukan patroli keamanan di Wamena, Papua, Senin (30/9/2019).

Prajurit TNI melakukan patroli keamanan di Wamena, Papua, Senin (30/9/2019).

Foto: Antara/Iwan Adisaputra
Bantuan untuk kepulangan para penyintas Wamena menjadi bagian ikhtiar ACT.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Aksi Cepat Tanggap (ACT) membantu kepulangan korban kerusuhan Wamena yang berasal dari wilayah Solo Raya. ACT Solo menerima kedatangan pengsungsi asal Wamena, Jayawijaya, Papua, Kamis (3/10) dini hari.

Kronologi ACT Solo menerima kedatangan tersebut berawal dari adanya informasi dan koordinasi dengan Tim ACT Malang terkait kedatangan ratusan pengungsi korban kerusuhan di Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang pada Rabu (2/10) pukul 14.50 WIB. Selanjutnya para pengungsi dibawa ke Bakorwil Malang untuk disiapkan pengantaran ke daerah masing–masing. Tujuh orang di antaranya merupakan warga asli Solo Raya.

ACT Malang kemudian melakukan koordinasi dengan ACT Solo agar pengungsi asal daerah Solo Raya bisa diantarkan ke kantor ACT Cabang Solo untuk sejenak istirahat. Setelah itu, mereka dipulangkan ke rumah keluarga masing-masing.

Salah satu pengungsi Wamena, Sukiman, mengaku tragedi kerusuhan di Wamena sangat berbahaya bagi keluarganya. Terlebih, dia merupakan warga pendatang dari Jawa. Selain itu, rumah-rumah warga juga diserang oleh sekolompok anak-anak muda dan masyarakat dengan dilempari batu.

"Kerusuhan itu membuat panik, apalagi saya mempunyai seorang cucu yang masih kecil. Akhirnya, saya dan keluarga ikut mendaftarkan diri di penampungan dan pendataan oleh Auri untuk pemberangkatan kepulangan ke Jawa," terang warga asli Desa Gempol, Kecamatanan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar tersebut.

Dia menambahkan keinginan untuk berpulang ke Jawa demi keselamatan keluarganya. Meskipun harta benda yang dimiliki ditinggal di Wamena. Dia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan tim ACT Malang dan ACT Solo yang telah memberikan penyambutan dan bantuan akomodasi kepulangan.

Kepala Cabang ACT Solo, Septi Endrasmoro, mengatakan bantuan untuk kepulangan para penyintas Wamena menjadi bagian ikhtiar ACT untuk ikut berkontribusi dalam membantu korban kerusuhan.

"Upaya kebaikan terus dilakukan ACT dalam membantu korban konflik kerusuhan. ACT berencana membantu memulihkan keadaan ekonomi para pengungsi yang kembali ke tempat asalnya setelah meninggalkan Papua akibat kerusuhan Wamena, yang terjadi baru-baru ini," ujarnya seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (3/10).

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA