Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Wayang Jogja Night Carnaval Puncak HUT Ke-263 Yogyakarta

Jumat 04 Oct 2019 07:55 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ani Nursalikah

(Ki-ka) Pencetus ide Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), KPH Notonegoro, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yetti Martanti, Kepala Seksi Pengendalian Operasi Dishub Kota Jogja , Asung Waluyo, dan Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta Windarto saat menjelaskan penyelenggaraan WJNC sebagai puncak penyelenggaraan HUT ke 263 Kota Yogyakarta yang digelar pada 7 Oktober 2019.

(Ki-ka) Pencetus ide Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), KPH Notonegoro, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yetti Martanti, Kepala Seksi Pengendalian Operasi Dishub Kota Jogja , Asung Waluyo, dan Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta Windarto saat menjelaskan penyelenggaraan WJNC sebagai puncak penyelenggaraan HUT ke 263 Kota Yogyakarta yang digelar pada 7 Oktober 2019.

Foto: Republika/Silvy Dian Setiawan
Tiap kecamatan akan menampilkan karakter Wayang Kapi-Kapi dengan kekhasannya.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2019 menjadi puncak acara pada rangkaian peringatan HUT ke-263 Kota Yogyakarta. Ajang ini akan digelar bertepatan dengan hari jadi Kota Yogyakarta, Senin (7/10).

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan, acara ini diikuti 14 kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta. Tema yang diangkat kali ini Wayang Kapi-Kapi.

Tiap kecamatan akan menampilkan karakter Wayang Kapi-Kapi dengan kekhasannya masing-masing. "Setiap kecamatan punya ikon masing-masing sesuai tema. Mereka mengedepankan ikon, semacam properti yang akan diunggulkan," kata Yetti di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (3/10).

Permulaan WJNC ini tidak berbeda dengan tahun lalu, yakni dari Jalan Sudirman dan pusat acara digelar di Jalan P. Mangkubumi. "Di Mangkubumi akan menjadi pusat street art dari 14 kecamatan. Sekitar 1.400 orang akan berpartisipasi," ujarnya.

Partisipasi masyarakat menjadikan acara ini menarik. Sebab, menurutnya, dari hal itu akan terlihat semangat dan antidiam masyarakat dalam bersama-sama mengembangkan potensi Yogyakarta.

Saat pelaksanaannya nanti, WJNC ini juga akan diisi oleh generasi muda. Mereka akan membawakan flash mob dengan menggunakan karakter wayang.

"Ini dibawakan oleh anak-anak SMA dan SMK Kota Yogyakarta," katanya.

Penyelenggaraan WJNC kali ini merupakan yang keempat kalinya. Ia pun berharap event ini dapat menjadi event nasional.

Yetti telah mengajukan agar acara ini dapat dijadikan sebagai acara nasional kepada pemerintah pusat. "Semoga nanti bisa masuk karena acaranya sudah pasti," ujarnya.

Pencetus ide dalam tema WJNC, KPH Notonegoro mengatakan, Wayang Kapi-Kapi diangkat karena keprihatinan terhadap masyarakat, khususnya generasi muda yang mulai melupakan wayang asli Yogyakarta ini. Wayang Kapi-Kapi merupakan wayang milik Keraton Yogyakarta dan diciptakan oleh Sultan Hamengku Buwono VIII.

"Awalnya karena kegelisahan Ngarso Dalem karena banyak anak muda yang tidak tahu Kapi-Kapi. Event ini akan menjadi ajang mendekatkan masyarakat dengan 14 karakter Wayang Kapi-Kapi yang jarang terekspos," katanya.

Wayang Kapi-Kapi memiliki filosofi yang tinggi. Wayang ini mengajarkan manusia saling bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sama.

"Wayang ini mengajarkan kita harus saling mengayomi meski berbeda-beda. Sangat pas untuk konteks saat ini," ujarnya.

Ajang tahunan ini dapat menjadikan warisan budaya asli Yogyakarta terus dilestarikan dan dipelihara keberadaannya. "Selain membuat masyarakat semakin kenal dengan Wayang Kapi-Kapi, anak-anak bisa mengidolakan dari nilai budi luhur kita sendiri. Ini betul-betul inovasi asli Yogyakarta," kata Notonegoro.

Selain itu, event ini juga dapat meningkatkan pariwisata Kota Yogyakarta. Sebab, akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung untuk menikmati event ini.

"Imbasnya juga pada perekonomian masyarakat yang juga ikut meningkat," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Kominfosan) Kota Yogyakarta Tri Hastono mengatakan, rangkaian acara HUT Kota Yogyakarta telah dimulai sejak 1 Oktober. Total, ada 23 acara yang menyemarakkan HUT kota Yogyakarta kali ini.

Perayaannya diawali dengan Wiwitan di Halaman Balai Kota Yogyakarta pada 1 Oktober lalu. "Filosofis Wiwitan itu adalah penganugerahan dimulainya rangkaian acara yang cukup banyak dalam rangka HUT Kota," kata Tri di Balai Kota beberapa waktu lalu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA