Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Faldo Ungkap Alasan Mundur dari PAN dan Respons Isu ke PSI

Ahad 06 Oct 2019 20:06 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Andri Saubani

Faldo Maldini

Faldo Maldini

Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo
Faldo Maldini telah resmi mundur dari Partai Amanat Nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PAN, Faldo Maldini resmi mengundurkan diri dari partai tersebut melalui surat yang disampaikannya kepada Ketua Umum DPP PAN. Dalam surat resminya yang diterima Republika.co.id, Faldo menyatakan, bahwa keputusan itu diambil setelah berkonsultasi dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan tiga kali berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno.

Baca Juga

Dalam surat tersebut, ia mengatakan bahwa pilihannya untuk mengundurkan diri dari PAN diambil dengan penuh pertimbangan dan tanpa intervensi dari pihak manapun. Ia mengakui bahwa PAN sudah memberikan banyak ruang berkembang baginya dalam memulai karier politik dari bawah.

Saat dikonfirmasi, Faldo mengungkapkan alasan di balik pengunduran dirinya dari PAN sesuai dengan isi surat yang disampaikannya kepada pimpinan PAN. "Saya hanya ingin menjaga situasi agar tetap kondusif, banyak agenda besar ke depan," kata Faldo, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Ahad (6/10).

Dalam surat tersebut, Faldo memang mengungkapkan bahwa, pilihannya untuk mundur dari PAN ia ambil guna menghindari kegaduhan setelah adanya dukungan dari partai politik lain kepadanya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah. Ia mengaku tidak ingin nantinya ada anggapan bahwa ia memicu kegaduhan.

Apalagi, banyak agenda besar PAN yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dalam hal ini, partai tersebut memerlukan keharmonisan dalam internal organisasi.

Selain itu, Faldo mengungkapkan bahwa ia juga ingin fokus dalam proses pencalonan kepala daerah. Karenanya, ia tidak ingin niatannya itu membuatnya tidak dapat menjalankan tugas yang sudah diberikan oleh pimpinan PAN secara optimal. Namun begitu, ia menyampaikan bahwa dirinya selalu ingin membuka diri untuk silaturrahim serta bekerjasama dengan PAN di kemudian hari.

Isu mundurnya Faldo dari PAN awalnya muncul dalam banner iklan depan koran lokal Sumatera Barat, Harian Umum Singgalang, edisi 18 September 2019. Di iklan tersebut, Faldo tampak mengenakan kemeja putih dan peci hitam. Sementara di sampingnya terlihat tulisan 'Sumangaik Baru' dan logo Partai PSI. 

Menanggapi isu dirinya akan bergabung dengan PSI, Faldo justru mengatakan, ia belum mau berandai-andai tentang hal tersebut. Namun, ia menegaskan saat ini ia ingin menikmati liburan dan menghabiskan waktu bersama keluarganya sebelum mereka benar-benar menetap di Sumatera Barat.

Kendati begitu, ia mengakui ada dukungan dari PSI terhadapnya. Hal itu menurutnya dapat dilihat dari sejumlah baliho yang terpasang di Sumbar dan iklan koran tersebut. Bahkan, Faldo menegaskan bahwa ia sudah menjalin sebuah kerjasama dengan PSI.

"Itulah komitmen dari PSI untuk mendukung anak muda. Meski belum resmi untuk deklarasi, yang jelas kami sudah bekerja bersama. Salah satunya, judicial review UU Pilkada terkait batasan usia dalam pencalonan kepala daerah," tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA