Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Warga Saksikan Rumah Bupati Lampung Utara Disegel KPK

Senin 07 Oct 2019 08:26 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT). (Republika/Mardiah)

Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT). (Republika/Mardiah)

Foto: Republika/Mardiah
Bupati Lampung Utara ditangkap KPK.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG – Tim KPK melakukan penyegelan rumah dinas, ruang kerja Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Ahad (6/10) malam. Selain itu, KPK juga menyegel ruangan kerja kepala Dinas Perdagangan dan Dinas Pekerjaan Umum.

Baca Juga

Kedatangan tim KPK terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap empat orang yang berada di Kabupaten Lampung Utara. Selain Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, KPK juga mengamankan dua kepala dinas (Dinas Perdagangan dan Dinas PU), serta seorang perantara.

"Rumah dinas, mobil, ruang kerja bupati dan juga ruang kerja kepala dinas sudah dipasang garis segel KPK malam itu,” kata Irwan, salah seorang warga di Kotabumi, Lampung Utara, Senin (7/10).

 Belum diketahui keberadaan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegera bersama dua kepala dinas, dan seorang lagi perantara. Wartawan yang menunggu di Mapolda Lampung hingga Ahad dini hari belum ada tanda-tanda keempat orang tersebut dibawa ke Mapolda Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad belum mendapat informasi dan konfirmasi terkait kedatangan keempat orang yang dibawa KPK tersebut. “Masih belum diketahui, masih dicari informasinya,” kata Pandra saat dikonfirmasi.

 Keterangan yang diperoleh, tim KPK telah melakukan penggeledahan dan membawa sejumlah dokumen dari rumah dinas, dan ruangan kerja bupati dan kepala dinas. Tim KPK juga sedang menghitung jumlah uang yang diamankan saat OTT yang diduga saat itu untuk diserahkan kepada kepala daerah. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA