Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Ponpes Nurul Ilmi Kuningan Gunakan Metode An Nur

Ahad 06 Okt 2019 18:30 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko

Alquran

Alquran

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Metode ini awalnya dikembangkan oleh KH Sofiyullah Mukhlas

REPUBLIKA.CO.ID,  KUNINGAN -- Pondok Pesantren Nurul Ilmi menggunakan metode jitu agar santri-santri yang baru mondok dapat dengan cepat membaca Al Qur'an dengan baik dan benar. Yakni dengan metode An Nur.

Baca Juga

Metode ini awalnya dikembangkan oleh KH Sofiyullah Mukhlas di Ponpes Rubat Al Musyarof Brebes. Dengan metode ini santri baru yang belum bisa membaca Al Qur'an dapat dengan mudah dan cepat mempelajarinya.

“Metode ini agar anak-anak memahami secara mudah, tidak memberatkan orang dewasa yang belum bisa membaca Al Qur'an. Metodenya mudah dan sistematis,” kata pengajar Ponpes Nurul Ilmi, Ustaz Fahmi Zakaria Al Anshori saat berbincang dengan Republika,co.id pada Ahad (6/10).

Menurut Ustaz Fahmi metode membaca An Nur mempunyai kelebihan tersendiri dibanding dengan metode belajar mengaji cepat seperti Iqra' hingga Yanbu'a. Metode An Nur ini hanya terdapat tiga jilid yang harus ditempuh santri.

Rata-rata satu jilid dapat ditempuh santri selama sebulan saja. Per tiap jilid terdapat pembahasan yang berbeda, di jilid pertama dikenalkan tentang huruf secara terpisah, sedang dikikis kedua mulai mengenal tajwid, dan di jilid ketiga mengenalkan tajwid dan makhorijul huruf.

“Cara pengenalannya itu seperti kalau membahas huruf yang panjang, maka kenalkan semua dulu. Begitupun kalau ada yang empat harokat, semua hurufnya empat harokat. Makannya cepat, ini tiga bulan sudah bisa masuk ke Al Qur'an,” katanya.

Ustaz Fahmi berpandangan pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Kuningan belum ada yang menggunakan metode An Nur. Karenanya ia pun berupaya mengenalkan metode An Nur di Kuningan. Selain itu, menurut Ustaz Fahmi pesantren Nurul Ilmi pun berencana menerapkan metode An Nur ada masyarakat terutama ibu-ibu di Desa Ciomas yang belum bisa membaca Al Qur'an.

Sementara itu Pondok Pesantren Nurul Ilmi sendiri telah berdiri sejak 2002. Pendirinya adalah KH Didi Afandi. Pesantren ini berada di Desa Ciomas, Kecamatan Ciawi Gebang, Kuningan. Pesantren ini juga memiliki lembaga formal tingkat Taman Kanak-kanak dan Madrasah Ibtidaiyah. Saat ini jumlah santri Ponpes Nurul Ilmi mencapai seratus orang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA