Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Bamsoet Minta Mahasiswa tak Demo Jelang Pelantikan

Selasa 08 Oct 2019 11:20 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputra/ Red: Teguh Firmansyah

Anggota MPR Bambang Soesatyo berfoto bersama sebelum mengikuti Sidang Paripurna MPR dengan agenda pemilihan pimpinan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Bambang Soesatyo terpilih menjadi Ketua MPR periode 2019-2024 secara aklamasi.

Anggota MPR Bambang Soesatyo berfoto bersama sebelum mengikuti Sidang Paripurna MPR dengan agenda pemilihan pimpinan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Bambang Soesatyo terpilih menjadi Ketua MPR periode 2019-2024 secara aklamasi.

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Bamsoet menilai demonstrasi jelang pelantikan tidak elok di mata dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa berencana akan kembali melakukan demonstrasi jelang pelantikan presiden dan wakil presiden 20 Oktober 2019 mendatang. Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta mahasiswa untuk mengurungkan niat tersebut.

"Ya saya berharap kepada adik-adik mahasiswa untuk mengurungkan niat demo karena harus menghormati peristiwa pelantikan presiden besok karena peristiwa sangat sakral bagi bangsa kita dan akan disaksikan oleh dunia," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10).

Bamsoet mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga nama baik bangsa. Ia khawatir demonstrasi tersebut terlihat tidak elok di mata dunia.  "Kita utamakan nama baik bangsa," ujarnya.

Ia juga berpandangan mahasiswa keliru jika melakukan demo di DPR. Pasalnya persoalan UU KPK kini ada di ranah Mahkamah Konstitusi (MK) untuk dilakukan judicial review.
 "Jadi salah alamat kalau demonya ke DPR karena tugas DPR sudah selesai," tuturnya.

Ia juga mengaku siap pasang badan jika ada upaya dari berbagai pihak yang ingin menggagalkan pelantikan presiden. Bamsoe menegaskan tidak ingin ada upaya pelengseran pemerintahan.  "Jadi harus kita pertahankan sampai akhir jabatan. Ini harus menjadi kesepakatan bangsa kita," ucapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA