Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Jabar Anggarkan Rp 5,2 Miliar Bangun Command Center

Selasa 08 Oct 2019 13:24 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas mengawasi kamera CCTV untuk memantau jalur mudik saat ujicoba di ruang Galawi Integrated Comand Center (GICC) Polres Tegal, Jawa Tengah, Kamis (8/6). Satlantas Polres Tegal memasang 13 titik CCTV di sejumlah ruas jalan terutama jalu

Petugas mengawasi kamera CCTV untuk memantau jalur mudik saat ujicoba di ruang Galawi Integrated Comand Center (GICC) Polres Tegal, Jawa Tengah, Kamis (8/6). Satlantas Polres Tegal memasang 13 titik CCTV di sejumlah ruas jalan terutama jalu

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Command Center di Gedung Sate akan diluncurkan Desember 2019 ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menganggarkan Rp 5,2 miliar untuk membangun Command Center baru di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung. Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat Setiaji, rencananya pada bulan Desember 2019 ini akan diluncurkan. Karena, pembangunan sudah dimulai sejak tiga pekan lalu.

"Targetnya pada bulan Desember ini mudah-mudahan bisa kita launcing," ujar Setiaji, Selasa (8/10).

Pemprov Jabar sendiri, memang sudah meluncurkan command center yang diresmikan saat di masa jabatan mantan Gubernur Ahmad Heryawan pada 11 Mei 2018 lalu. Namun, menurut Setiaji, command center yang telah ada tersebut akan digunakan untuk penanganan sungai Citarum.

"Jadi command center ini kita ngebangun baru, untuk lokasi tetap di Gedung Sate hanya beda blok dengan yang sudah ada," katanya.

Menurut Setiaji, selain lebih luas desain command center baru ini akan disesuaikan dengan zaman yang lebih futuristik. Hal itu senada dengan command center yang dimiliki oleh Kota Bandung.

"Kalau command center yang kemarin kan cuma sedikit ruangannya. Kalau ini seperti di Kota Bandung, selain bentuknya yang lebih futuristik terus ada juga galeri-galeri," katanya.

Nantinya, kata dia, akan ada beberapa ruangan pada command center ini selain ruang kerja unit pusat layanan digital servis. Selain itu, ada juga ruangan untuk memutar berbagai video tentang provinsi Jabar.

Selain itu, kata dia, command center yang sedang dalam pengerjaan ini nantinya dapat diakses oleh masyarakat sebagai tempat wisata baru di kawasan Gedung Sate. Sehingga, masyarakat bisa datang untuk  melihat dan mengenal digital literasi.

"Sebagai edukasi juga. Kami menginformasikan produk-produk digital Pemprov Jabar dan masyarakat bisa turut berpartisipasi," katanya.

Setiaji menjelaskan, fungsi Command Center memonitor beberapa indaktor. Misalnya, sebagai penanganan bencana dan informasi seperti mengenai trafic jalan dan lain-lain.

"Untuk tender Rp 5,2 miliar itu juga kam beserta peralatan-peralatan yang nantinya ada di dalam command center," katanya.

Tahun 2019 ini pun, kata dia, pihaknya pun akan membangun command center di empat kabupaten, yaitu di Indramayu, Garut, Pangandaran dan Cirebon. Sementara di 2020, diproyeksikan ada 9 command center yang bakal didirikan.

Pemprov Jabar, kata dia, memilih daerah yang belum punya command center dan yang sudah siap melaksanakannya. "Karena mereka (Kabupaten Indramayu, Kabupaten, Garut, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Cirebon) sudah menyiapkan perangkat SDM," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA