Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Jatim Fair 2019 Target Bukukan Transaksi Rp 100 Miliar

Selasa 08 Okt 2019 14:01 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Dwi Murdaningsih

Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Jatim Fair menargetkan pengunjung mencapai lebih dari 125 ribu orang.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Jatim Fair 2019 yang digelar  di Grand City Mall Surabaya Selasa (8/10). Pameran  terbesar di Indonesia Timur tersebut digelar hingga 13 Oktober 2019 dengan mengusung tema 'Semarak Belanja Hiburan dan Rekreasi Keluarga'.

Baca Juga

Khofifah meyakini, gelaran Jatim Fair akan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat Jatim. Saat ini terdapat 540 stand yang berasal dari dalam dan luar negeri. Ia berharap nilai transaksi selama Jatim Fair digelar dapat menembus angka Rp 100 miliar dengan total pengunjung mencapai lebih dari 125 ribu orang.

"Saya juga berharap Jatim Fair ini juga menjadi ajang penciptaan entrepreneur-enterpreneur baru dan pelaku UMKM Jatim masuk ke pasar yang lebih besar lagi," kata Khofifah.

Khofifah mengaku, setiap tahun Pemprov Jatim terus berbenah dalam penyelenggaraanya. Dia pun meyakini, gelaran Jatim Fair tahun ini akan meninggalkan kesan mendalam, karena dia menjanjikan banyak kejutan selama digelarnya event tahunan itu.

"Tahun ini adalah kali ke 10 Jatim Fair digelar. Beragam acara menarik sudah disiapkan untuk memeriahkan Jatim Fair 2019 ini," ujar Khofifah.

Selain semarak wisata belanja, Jatim Fair juga menyuguhkan talkshow, demo produk, pesta mainan anak indoor dan outdoor, launching product, display sampling, aneka lomba dan sebagainya. Berbagai produk kerajinan daerah dan pertunjukan kesenian juga turut digelar.

Khofifah mengatakan, Jatim Fair menjadi forum bisnis yang mempertemukan antara produsen dan pembeli. Tidak hanya dari Jawa Timur, lanjut dia, namun juga dari luar provinsi dan pulau serta manca negara.

"Tentunya dengan berbagai background di antaranya investor, komunitas bisnis, trader, mahasiswa, pelajar, pegawai negeri sipil dan swasta, dan lain sebagainya," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA