Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Kebakaran Semeru Masih Tersisa Satu Titik

Selasa 08 Oct 2019 15:10 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani

Kebakaran di kawasan Semeru masih tersisa satu titik.

Kebakaran di kawasan Semeru masih tersisa satu titik.

Foto: Dok BB TNBTS
Lokasi tersebut berada di blok Pasangan wilayah kerja Resort PTN Ranu Pani.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (BB TNBTS) mengungkapkan, kebakaran di kawasan Semeru masih tersisa satu titik. Lokasi tersebut berada di blok Pasangan wilayah kerja Resort PTN Ranu Pani.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan, BB TNBTS, Sarif Hidayat menerangkan, api di blok Pasangan memang agak sulit dipadamkan. Beberapa faktornya antara lain karena medan terjal dan berbukit. Ditambah lagi cuaca panas yang membuat seresah dan semak yang sudah mengering mudah terbakar.

"Saat ini lokasi karhut tersebut dapat diantisipasi/dipadamkan dengan area terdampak di blok Pasangan seluas 2,5 hektare," ujarnya, Selasa (8/10).

Secara keseluruhan, 102 ha lahan di kawasan Semeru telah berhasil dipadamkan. Lokasi-lokasi yang dimaksud seperti Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watupecah, Waturejeng, Ayek-ayek dan Pusung Gendero. Lalu Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Oro-oro Ombo, Watu Tulis dan Po'o.

"Titik di Kemlamdingan Dowo, Pos 1, Sentong, Pasang Kupluk dan Gunung Lanang juga berhasil dipadamkan," jelasnya.

Proses pemadaman api di kawasan Semeru sendiri menggunakan peralatan jetshooter, garu, sabit, parang dan flame freeze. Petugas juga memakai sepeda motor, mobil pemadam GALAAG dan mobil patroli TNBTS. Kendaraan ini salah satunya ditunjukkan untuk memeroleh pasokan air dari sumbernya yang berjarak sekitar dua kilometer (km).

Gunung Semeru pertama kali dilaporkan terbakar sejak Selasa (17/9). Kebakaran ini terjadi di Sumber Mani-Arcopodo-Kelik. Pada hari ketiga, BB TNBTS sempat melaporkan api telah padam seluruhnya di lokasi-lokasi tersebut.

Namun BB TNBTS lagi-lagi harus menerima laporan adanya titik api baru di Ranu Kumbolo. Laporan ini diterima pada Ahad (22/9) pukul 15.00 WIB. Kejadian ini mengharuskan BB TNBTS terpaksa menutup sementara jalur pendakian hingga waktu yang belum ditentukan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA