Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Polisi Tahan Sekjen PA 212

Selasa 08 Okt 2019 15:14 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Muhammad Hafil

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono.

Foto: Republika
Penahanan dilakukan untuk 20 hari kedepan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya telah resmi menahan Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar dan Fery. Argo menyebut, penahanan itu dilakukan mulai hari ini. 

Baca Juga

"Kemarin kita sudah lakukan penetapan tersangka (terhadap Bernard dan Fery) dan hari ini lakukan penahanan," kata Argo saat ditemui di Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (8/10).

Argo mengungkapkan, penahanan keduanya akan dilakukan selama 20 hari ke depan. Ia menjelaskan, Bernard saat itu berada di lokasi dan terbukti ikut mengintimidasi Ninoy. 

"Dia (Bernard) ada di lokasi dan dia ikut mengintimidasi daripada korban," ungkap Argo. 

Selain Bernard dan Fery, polisi sebelumnya juga telah menahan 10 orang lainnya di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya. Masing-masing berinisial AA, ARS, YY, RF, Baros, S, SU, ABK, IA, dan R. Sementara itu, satu tersangka lainnya, yakni tersangka TR ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan.

Sebanyak 13 tersangka dikenakan Pasal 170 dan Pasal 335 KUHP. Sementara itu, tiga tersangka lainnya dikenakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena turut menyebarkan video penganiayaan Ninoy. 

Meski demikian, Argo tidak merinci inisial ketiga tersangka yang merupakan perempuan tersebut. "Ada tiga orang yang kita kenakan juga UU ITE," ujar Argo. 

Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok orang yang berunjuk rasa di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Senin (30/9), membawa paksa Ninoy Karundeng yang sedang mendokumentasikan pendemo akibat terkena gas air mata. Massa yang berkelompok itu lantas merampas telepon seluler dan membawa paksa Ninoy ke sebuah tempat di sekitar lokasi kejadian.

Para pelaku juga memeriksa foto dan dokumentasi telepon seluler Ninoy, hingga menyalin data yang tersimpan dalam laptop Ninoy. Mereka pun menganiaya relawan Jokowi tersebut. 

Tidak sampai di situ, Ninoy juga sempat diintrogasi dan diancam dibunuh hingga mayatnya akan dibuang di tengah kerumunan massa aksi unjuk rasa. Penganiayaan itu berakhir setelah mereka memesan jasa GoBox untuk memulangkan Ninoy beserta sepeda motor yang telah dirusak pada Selasa (1/10).

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA