Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Puan Pastikan DPR tak akan Hanya Jadi 'Tukang Stempel'

Selasa 08 Oct 2019 15:39 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Ketua DPR Puan Maharani bersama pimpinan DPR bersiap memimpin rapat pimpinan fraksi - fraksi DPR di ruang Komisi VII, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10).

Ketua DPR Puan Maharani bersama pimpinan DPR bersiap memimpin rapat pimpinan fraksi - fraksi DPR di ruang Komisi VII, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10).

Foto: Republika/Prayogi
Menurut Puan, DPR akan tetap mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR Puan Maharani memastikan DPR tidak akan menjadi tukang stempel pemerintah meskipun pinpinan DPR didominasi oleh partai pendukung pemerintah. Ia menjamin, bahwa DPR tetap akan mengkritisi eksekutif jika ada kebijakan yang tidak sesuai dengan rakyat.

"Jadi saya juga nggak setuju kalau apa saja yang akan dilakukan eksekutif kita setuju saja tanpa kita lihat dulu baik buruknya bagi bangsa dan negara, bagi rakyat khususnya," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (8/10).

Menurutnya selama kebijakan yang dibuat oleh pemerintah berguna bagi negara dan rakyat DPR akan mendukung. Jika tidak, maka DPR perlu memberikan pengawasanya melalui kritik.

"Tetapi jangan sampai tidak ada solusinya, harus ada solusi yang kita lakukan, jadi kita teriak-teriakan pun harus memberikan solusi bagi pemerintah sehingga pemerintah bisa menjalankan apa yang ingin kita jalankan," ujarnya.

Mantan Menko PMK tersebut berkomitmen DPR siap membangun sinergi dengan pemerintah demi kepentingan bangsa dan negara. Ia menambahkan, ada sedikit perbedaan menurutnya wajar dan hal itu boleh saja selama hal tersebut terkait dengan kebijakan.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjawab kekhawatiran sejumlah pihak kurangnya fungsi checks and balances DPR periode ini lantaran didominasi oleh parlemen oleh partai pendukung pemerintah. Menurutnya, kekhawatiran tersebut tidaklah tepat.

"Kekhawatiran soal tidak adanya checks and balances itu kurang tepat karena nanti kalau dilihat dinamikanya, kalau lihat periode kemarin itu tidak selalu anggota DPR itu, asal setuju saja. Tetap aja ada anggota DPR yang kemudian berasal dari partai yang berbeda dengan pemerintah, tetapi cukup menyuarakan aspirasi masyarakat," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA