Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Karawang Minta Tambahan Air Irigasi Persawahan

Rabu 09 Oct 2019 03:04 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Indira Rezkisari

Kekeringan

Kekeringan

Foto: Antara
2.900 hektare sawah Karawang menunda musim tanam akibat kemarau panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta II untuk menambah debit air bagi kebutuhan irigasi area persawahan. Penambahan ini guna mengantisipasi kekurangan air untuk sawah yang siap ditanam kembali.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang M. Hanafi Chaniago mengatakan data sebelumnya sebanyak 2.900 hektare area sawah harus menunda musim tanam akibat musim kemarau panjang. Namun sebagian sudah mulai bisa ditanam seiring tambahan air dari PJT II.

“Sekarang ada dua kecamatan yang menunda tanam yakni di Kecamaran Pakisjaya dan Tirtajaya. Sebelumnya di daerah Cilamaya ada penundaan juga tapi kita sudah minta tambah debit air ke PJT II,” kata Hanafi, Selasa (8/10).

Hanafi menururkan tambahan air irigasi dari PJT II sangat membantu para petani mulai menggarap sawahnya lagi. Walaupun sumber air baku yang dimiliki PJT II juga sudah menurun namun masih dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan pertanian.

Ia mengatakan saat ini data terakhir tinggal dua kecamatan yang masih menunda tanam. Dua kecamatan ini terdapat sekitar 1.600 hektar sawah yang masih belum digarap kembali karena terkendala air.

“Ada penundaan tanam di Kecamatan Pakisjaya seluas 668 hektare dan di Kecamatan Tirtajaya sekitar 1.000 hektare,” ujarnya.

Ia menuturkan untuk dua kecamatan ini memang sulit jika meminta tambahan debit air dari PJT II. Sebab jika aliran air terlalu besar dapat membuat wilayah di sekitarnya justru jadi banjir.

Meski demikian berdasarkan informasi dari BMKG diperkirakan musim hujan bisa mulai turun pada awal November mendatang. Sehingga diharapkan areal persawahan ini bisa produktif kembali.

Namun, ia optimis penundaan tanam ini tidak berpengaruh pada produk pertanian yang dihasilkan para petani di Kabupaten Karawang sebagai salah satu lumbung padi di Indonesia.

Luas area yang menunda tanam hanya sedikit dibanding total keseluruhan areal sawah di Kabupaten Karawang. “Areal sawah di kita total 100 ribuan hektare. Jadi kalau cuma 1.600-an itu kecil sekali juga. Insya Allah tidak ada gangguan produksi pertanian kita,” tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA