Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Obyek Wisata Jayawijaya tidak Terdampak Kerusuhan

Rabu 09 Oct 2019 13:16 WIB

Rep: Antara/ Red: Indira Rezkisari

Kondisi Wamena, Papua pascaricuh ( Ilustrasi)

Kondisi Wamena, Papua pascaricuh ( Ilustrasi)

Foto: AP
Obyek wisata Jayawijaya berada di pinggir Kota Wamena.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAWIJAYA -- Sejumlah obyek wisata di Kabupaten Jayawijaya tidak terdampak kerusuhan yang terjadi pada dua pekan lalu hingga menyebabkan terjadi pengungsian besar-besaran. Arkeolog senior dari Balai Arkeologi Papua Haris Suroto di Kota Jayapura membenarkan hal itu.

"Pascakerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, obyek wisata budaya atau obyek wisata alam masih bisa dikunjungi oleh para traveler," ujar Haris Suroto, Rabu (9/10).

Hal ini, menurutnya karena sejumlah destinasi wisata tersebut dalam kondisi aman, tidak terkena dampak kerusuhan. Letak obyek-obyek wisata tersebut juga berada di pinggir Kota Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya.

"Kerusuhan hanya terjadi di pusat perekonomian Wamena. Selain itu, dalam budayanya, Suku Dani sebagai pemilik obyek wisata budaya seperti mumi, selalu menjaga peninggalan leluhur mereka," ungkapnya.

Rumah-rumah tradisional Suku Dani di sekitar Wamena dan Lembah Baliem juga masih utuh. Sehingga bagi penyuka tracking masih dapat menyaksikan kehidupan tradisional dan pemukiman tradisional Suku Dani.

"Situs Gua Kontilola dengan gambar alien di dalamnya juga aman dari kerusuhan. Mama-mama Suku Dani yang kreatif juga masih tampak terlihat bersemangat merajut noken, baik untuk dipergunakan sendiri atau untuk dijual pada wisatawan," jelasnya mencontohkan salah satu obyek wisata yang tidak terdampak kerusuhan.

Labu air sebagai bahan baku pembuat koteka, lanjut dia juga masih banyak dijumpai di pekarangan honai rumah warga. Rotan dan rumput sebagai bahan untuk membuat gelang dan cincin khas Wamena juga masih banyak dan mudah didapatkan.

"Kebun-kebun di pinggiran Wamena juga masih menghasilkan ubi jalar serta keladi, sebagai kuliner tradisional Lembah Baliem. Udang selingkuh juga masih didapatkan di Sungai Baliem.

Koteka, noken, gelang, dan cincin khas Wamena merupakan oleh-oleh bagi traveler," katanya.

Lalu, ubi jalar dan keladi yang diolah dengan bakar batu, serta udang selingkuh merupakan kuliner unik yang banyak dicari bagi para traveler yang berkunjung ke Wamena.

"Lembah Baliem sendiri merupakan daerah eksotis dengan keindahan alam dan budayanya. Dengan modal obyek wisata budaya, alam dan produk kreatif khas Wamena maka pariwisata akan membangkitkan perekonomian Wamena yang terpuruk akibat kerusuhan," terangnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA