Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Titik Api di Kawasan Objek Kawah Putih Sudah Padam

Rabu 09 Oct 2019 15:00 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Hafil

Sejumlah relawan berusaha memadamkan api yang membakar lahan di kawasan Kawah Putih, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Selasa (8/10).

Sejumlah relawan berusaha memadamkan api yang membakar lahan di kawasan Kawah Putih, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Selasa (8/10).

Foto: Abdan Syakura
Tim gabungan patroli di kawasan objek kawah putih.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Titik api di kawasan Objek wisata Kawah Putih, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung sudah tidak terlihat, Rabu (9/10). Hal itu menyusul pemadaman yang dilakukan tim gabungan Polri, TNI, Pemadam, pengiat lingkungan, BPBD dan masyarakat.

Baca Juga

"Pemantauan dari malam kemarin, titik api di Kawah Putih sudah tidak terlihat.  Sehingga pendinginan pemadam kebakaran dihentikan sementara," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi, Rabu (9/10).

Ia mengungkapkan, tim gabungan tetap melakukan patroli terhadap titik api di tiga titik. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi jika api kembali menyala. Termasuk melakukan penyuntikan titik-titik asap atau pendinginan di lokasi seputaran Kawah Putih.

Dirinya mengatakan luas lahan yang terbakar di Kawah Putih mencapai kurang lebih 15 hektare. Api menghanguskan pohon cantigi, pakis andam, dan alang-alang di kawasan wisata Bandung Selatan.

Menurutnya, pihak kepolisian masih dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Sebelumnya, kebakaran terjadi di Kawah Putih sejak Senin (7/10) sekitar pukul 14.00 Wib. 

Sebelumnya, KBM (Kesatuan Bisnis Mandiri) Wisata Ekotourism Perhutani Unit III Jabar dan Banten, Wismo Tri Kancono mengungkapkan objek wisata Kawah Putih sementara ditutup. Sebab puncak Kawah Putih digunakan sebagai posko penanganan kebakaran.

"Kita sepakat hari ini Kawah Putih ditutup sementara. Sebab puncak atas kawah putih jadi posko penanganan kebakaran," ujarnya, Selasa (8/10). Menurutnya, penutupan dilakukan agar tidak menganggu penanganan kebakaran.

"Kami mohon maaf kepada pengunjung, kami akan informasikan kembali jika dibuka kembali," katanya. Dirinya mengatakan para wisatawan yang hendak ke objek wisata bisa ke tempat lainnya di Rancabali.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA