Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Perusahaan Tambang Dituntut Ganti Rugi Kerusakan

Rabu 09 Oct 2019 15:57 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Indira Rezkisari

Pemukiman warga di Desa Sukamulya, Kabupaten Purwakarta, dihujani batu yang berasal dari peledakan batu perusahaan tambang, Selasa (8/10).

Pemukiman warga di Desa Sukamulya, Kabupaten Purwakarta, dihujani batu yang berasal dari peledakan batu perusahaan tambang, Selasa (8/10).

Foto: Republika/Zuli Istiqomah
Ledakan yang dilakukan perusahaan tambang sebabkan rumah warga tertimpa batu.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA — Wakil Bupati Purwakarta Aming meninjau langsung pemukiman warga yang tertimpa bongkahan batu karena aktivitas pertambangan di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kabupaten Purwakarta, Rabu (9/10). Aming pun menggelar pertemuan memfasilitasi warga dengan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) selaku perusahaan tambang batu tersebut.

Aming mengatakan dalam pertemuan tersebut warga meminta PT MSS bertanggungjawab atas kejadian yang terjadi. Alasannya proses peledakan batu dilakukan PT MSS. Sehingga menyebabkan tujuh bangunan rusak tertimpa bongkahan batu.

“Apakah tempat ini direlokasi ke tempat lain lebih aman atau tinggal di sini tapi diganti semua. Harus diganti rugi sama perusahaan,” kata Aming kepada wartawan di lokasi.

Ia menegaskan Pemkab Purwakarta akan mengawasi proses ganti rugi oleh perusahaan kepada warga tersebut. Ia ingin PT MSS betul-betul memberikan ganti rugi yang sesuai serta memperbaiki sarana prasarana warga yang rusak seperti jalan, listrik dan sekolah.

Baca Juga

“Iya harus (ganti rugi) kita akan penekanan ke pihak perusahaan kalau tidak mau ganti rugi kita akan cabut izinnya,” ujarnya. Ia meminta perusahaan tambang ke depannya untuk lebih berhati-hati dalam beroperasi.

Keselamatan warga di sekitar areal tambang harus menjadi prioritas. Ia juga menyayangkan kejadian seperti ini bisa terjadi. Padaal perusahaan tambang ini, kata dia, telah beroperasi sejak lama sehingga seharusnya bisa mengantisipasi perihal tersebut.

Informasi yang didapatkannya dari warga bahwa batu-batu kecil sering jatuh ke pemukiman selama proses peledakan batu. “Tapi pihak perusahaan tidak mengindahkan katanya tidak akan berasa getarannya kalau ledakan. Tapi sekarang ini kan sekarang kejadiannya lain. Batu dari yang kecil sampai 10 meter (jatuh),” ujarnya.

Pihaknya akan mengawasi lebih ketat lagi aktivitas perusahaan tambang. Sehingga bisa memberikan upaya-upaya peningkatan keselamatan warga.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA