Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Pemprov Jabar Pulangkan 69 Warganya dari Wamena

Rabu 09 Oct 2019 18:26 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Hafil

Wakil Ketua Fraksi PKS (FPKS) DPR-RI Bidang Kesejahteraan Rakyat Dr Netty Prasetiyani Msi (berkerudung) menyambut puluhan warga Provinsi Jabar yang mengungsi dari Wamena, Provinsi Papua, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (9/10) pagi.

Wakil Ketua Fraksi PKS (FPKS) DPR-RI Bidang Kesejahteraan Rakyat Dr Netty Prasetiyani Msi (berkerudung) menyambut puluhan warga Provinsi Jabar yang mengungsi dari Wamena, Provinsi Papua, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (9/10) pagi.

Foto: Istimewa
Warga yang dipulangkan akan diantar hingga ke daerahnya masing-masing.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG---Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) memenuhi permintaan pemulangan warga Jabar yang terdampak kerusuhan Wamena di Papua. Mereka akan diantar terus berlanjut hingga warga kembali ke kabupaten/kota masing-masing.

Baca Juga

Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Jabar per Selasa (8/10), sebanyak 69 warga Jabar (mendapat tambahan satu orang dari rilis sebelumnya berjumlah 68 orang) akan dipulangkan dari Posko Pengungsian BTN Kota Sentani Kabupaten Jayapura pada Rabu (9/10).

Menurut Kepala Dinsos Provinsi Jabar Dodo Suhendar, rinciannya warga Kabupaten Garut sebanyak 18 orang, Kabupaten Majalengka sebanyak 2 orang, Kabupaten Sukabumi sebanyak 6 orang, Kota Bandung sebanyak 4 orang, Kabupaten Bandung sebanyak 5 orang, Kabupaten Kuningan sebanyak 2 orang, Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 6 orang, Kabupaten Sumedang sebanyak 8 orang, Kabupaten Subang sebanyak 8 orang, Kabupaten Purwakarta sebanyak 3 orang, Kota Bogor sebanyak 4 orang dan Kabupaten Indramayu sebanyak 3 orang.

Dodo mengatakan, 69 warga tersebut akan ditemani pendamping dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar (4 orang), Jabar Quick Response (2), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jabar (2), Forum Paguyuban Sunda Ngumbara (2), dan Daarut Tauhid Peduli (1).

Menurut laporan Dinsos dan JQR di Papua sebagai tim pendahulu Pemdaprov Jabar, pemulangan warga Jabar yang semula dilakukan pada Selasa (8/10) ditunda satu hari menjadi Rabu (9/10) karena kendala teknis di bandara. Sehingga semua penerbangan ke Jakarta, termasuk bagi rombongan Jabar, menjadi terganggu.

Dalam laporan teraktual kepada Pemprov Jabar, kata dia, 69 warga Jabar beserta pendamping tersebut akan terbang dari Bandara Sentani pukul 07:20 WIT dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 10:30 WIB dengan penerbangan GA0657.

Kedatangan rombongan khususnya warga Jabar yang memilih pulang dari Papua itu disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jabar dan pejabat dinas/lembaga terkait. Dari bandara, 69 warga itu langsung menuju Bandung Ibu Kota Jabar menggunakan bus yang disediakan Pemdaprov Jabar. Setelah itu, akan dilakukan seremoni penyerahan warga oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil kepada Dinsos kabupaten/kota di Gedung Pakuan pada Rabu (9/10) pukul 19:30 WIB.

Hingga akhirnya, 69 warga Jabar tersebut diantarkan menuju kabupaten/kota masing-masing dan bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.

Menurut Dodo, biaya tiket penerbangan untuk pemulangan 69 warga Jabar dari Papua ini diberikan melalui donasi dari Baznas Provinsi Jabar (untuk 54 warga) dan Daarut Tauhid Peduli (untuk 15 warga). Warga Jabar tersebut, dalam kondisi sehat dan telah mendapat pemeriksaan kesehatan dari Baznas Papua.

Mereka pun disebut sangat senang karena harapan untuk pulang bisa dikabulkan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil melalui dinas dan pihak terkait.

"Nanti juga akan ada berita acara penyerahan warga kepada kabupaten/kota masing-masing. Yang pasti, mereka (warga Jabar) berterima kasih karena pemerintah cepat tanggap dalam merespons warga di Papua," kata Dodo. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA